Jonru Ginting dan Cuitan yang Kontroversial

ilustrasi

Oleh : Abdul Madjid

Sudah lama tidak muncul di medsos, dua hari lalu tiba-tiba wajah Jonru Ginting bikin heboh dunia maya dengan cuitannya yang kasar tak beradab.

Lama menghilang setelah "sekolah" di penjara, kirain sudah tobat...eh ternyata tambah parah.

Cuitan Jonru Ginting mengomentari kedatangan sejumlah artis ke Istana atas undangan Presiden Jokowi.

Mengomentari aktivitas publik pigur di zaman milenial ini adalah hal biasa sepanjang bertujuan positif. Mengeritik juga boleh asal disampaikan dengan cara baik dan bertujuan membangun (kritik konstruktif).

Yang jadi masalah adalah bila komentar itu menggunakan bahasa yang sangat buruk. Diksi yang dipakai teramat kasar, bahkan menggambarkan sikap tak beradab dari si pengeritik.

Jonru Ginting mungkin bermaksud menyindir sekaligus mengkritisi kehadiran para artis ke Istana yang dianggapnya sebagi penjilat.

Kata "penjilat" adalah ungkapan yang sering digunakan kelompok anti-pemerintah terhadap siapa pun yang dekat dengan Pemerintah. Ini jelas mengindikasikan bahwa Jonru Ginting ada di kelompok "sana".

Sebagaimana kita tahu bahwa kelompok "sana" sudah terbiasa melontarkan kata-kata dan kslimat makian yang kasar. "Kutil babi..anjing..iblis..kafir...munafik," mengalir sangat lancar dari mulut mereka.

Kembali ke Jonru Ginting, di twitt-nya dia menganalogikan para artis yang memenuhi undangan Presiden sebagai "anjing". Naudzubillah, kasar sekali.

Simak cuitan Jonru Ginting "Saya dapat kabar. Para ANJING PIARAAN sedang dikumpulkan di istana anjing, untuk membahas rencana jilatan-jilatan berikutnya."

Dan, "Data seekor anjing bocor. Seluruh negeri taeklan pun geger. Sebenarnya ini bukan pertanda si anjing ini makhluk penting. Ini hanya pertanda bahwa..."

Sebenarnya ada apa dengan Jonru Ginting? Kebenciannya begitu luar biasa. Apakah punya masalah pribadi dengan para artis?

Mari kita kupas. Orang yang punya masalah pribadi dengan orang lain biasanya punya hubungan atau pernah saling berinteraksi.

Pertanyaannya, apakah Jonru pernah saling berinteraksi dengan para artis atau salah satu diantaranya?

Tentu tidak. Jonru Ginting tidak pernah sekali pun jadi artis, jadi figuran pun tidak. Apakah pernah ikut audisi kemudian tidak lolos? Juga tidak. Atau pernah apalah yg berhubungan langsung dengan para artis? Juga tidak.

Jonru Ginting dulu dikenal sebagai blogger, penulis, dan guru menulis online.

Lantas apa dong masalahnya?

Dengki. Itulah jawaban paling tepat.

Mengapa dengki? Dengki tidak perlu ada sebab, karena dengki adalah dengki. Tidak suka melihat orang beruntung atau punya kelebihan dari dirinya.

"Kenapa bukan gue, sih, yang diundang ke Istana? Kenapa bukan, gue, yang dekat dengan Presiden?" Itu yang ada di benaknya.

Diluar itu, Jonru Ginting memang punya "catatan" kecewa terhadap Jokowi.

Konon, pada awal masuk Jakarta, kemudian ikut kontestasi Pilpres di periode pertama, Jonru menunjukkan dukungan melalui tulisan-tulisannya.

Sampai pada pilpres usai, Jokowi keluar sebagai pemenang, Jokowi tak sekalipun melirik apalagi menyapa Jonru. Jonru pun kecewa, merasa dukungannya tak dihargai.

Kalau itu alasan Lo kecewa pada Jokowi, ada ribuan orang melakukan hal serupa akan kecewa. Nyatanya yang ribuan itu mendukung secara sukarela tanpa mengharap apa-apa. Ikhlas demi masa depan bangsa.

Kalau demikian adanya, kebencian Jonru semata-mata karena kecewa yang dilandasi dengki.

Dia marah (benci, tidak suka) karena iri yang amat sangat kepada keberuntungan orang lain.

Perkataan kasarnya yang ditujukan kepada para artis itu timbul karena dengki saja.

Apakah dengki itu? Seseorang merasa tidak senang atas kenikmatan yang diperoleh orang lain dan merasa bahagia kalau orang lain mendapat musibah.

Atau setidaknya, ia menginginkan nikmat yang ada pada orang lain tersebut hilang. Ini dengki yang diharamkan, karena termasuk ke dalami penyakit hati.

Seorang pendengki hidupnya tidak akan mulia di dunia. Malaikat pun akan muak kepadanya. Jika kelak mati, ia akan mendapatkan kedudukan teramat hina di hadapan Allah.

Demikian pula di Yaumul Hisab neraka jahanam pun siap menerkamnya.

Sumber : Status Facebook Abdul Madjid

Monday, August 3, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: