Jokowi Unggul di Selat Malaka

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Pelabuhan kuala tanjung sudah selesai dibangun dan di operasikan. Hebatnya proyek ini dibangun tidak melalui PMN tetapi dari aksi korporsi PELINDO melalui anak perusahaanya. Total nilai proyek ini diperkirkan sebesar Rp. 42 triliun tetapi skema yang diterapkan melalui project derivative value dengan Capex hanya sebesar 10% atau Rp. 4,2 triliun. Proyek ini beroperasi sebagai Hub International. Setelah proyek ini selesai maka akan di leverage melalui ekspansi kawasan peti kemas, jalur kereta api dan jalan Toll. Tentu tidak akan kesulitan karena fasilitas standar berupa pelabuhan dan logistik area telah disiapkan.

Pembiayaan selanjutnya adalah melalui kerjasama konsesi bisnis kepada operator pelabuhan berkelas dunia. Saat sekarang sedang proses tender bagi operator pelabuhan. Yang ikut banyak sekali peminatnya, diantaranya dari Qatar, Arab Saudi, Filipina, Prancis, Jepang, Cina, Hong Kong. Dengan strategi ini maka Pelindo dapatkan konsesi fee atas pemberian konsesi kepada operator dan pembiayaan fasilitas pendukung tanpa utang. Setelah jangka waktu tertentu masa berlaku konsesi habis maka kembali kepada Pelindo. Jadi ini bukan penjualan pelabuhan atau asset negara tapi semacam BOT dengan skema MBO ( management buyout ). Selanjutnya Pelindo akan focus mengembangkan pelabuhan lain.

Mengapa begitu besar minat operator pelabuhan atas Kuala Tanjung? Tahukan anda, kalau tadinya kapal kapal kargo besar tidak sandar langsung di wilayah pelabuhan Sumatera karena terbatasnya kapasitas pelabuhan. Umumnya "transhipment" kapal di Pulau Sumatera melalui negara tetangga Singapura dan Malaysia. Ini menjadi ongkos yang mahal bagi ekspor maupun impor. Tetapi dengan adanya Pelabuhan Kuala Tanjun di kabupaten Batubara, Sumatera Utata, kapal-kapal peti kemas dapat melakukan "transhipment", tanpa harus di negara tetangga. Juga tersedia pusat bunker dan storage. Hitunglah berapa penghematan yang bisa dilakukan oleh pemerintah atas kebijakan ini. Maersk Line, Wan Hai, dan China Shipping, banyak lagi maskapai pelayaran international akan menjadikan Kuala Tanjung sebagai reute singgah.

Bukan itu saja. Keberadaan pelabuhan kuala tanjung ini akan mengundang investor dalam dan luar negeri untuk terlaksananya B2B proyek membangun kawasan industri, yang akan menampung jutaan tenaga kerja dalam 15 tahun kedepan. Saat ini sudah banyak investor dari Jepang, China dan Korea yang mau masuk KEK. Mengapa ? karena SDA sumatera besar sekali dan membangun industri di kuala tanjung sangat menguntungkan karena berada dikawasan selat Malaka kawasan terpadat jalur pelayaran menuju Eropa dan CHina. Jokowi sangat paham sekali keuntungan strategis Sumatera ini yang selama ini diabaikan.

Yang jelas dengan adanya proyek Kuala Tanjung ini maka Sumatera telah terbuka dari isolasi logistik sistem untuk fasilitas ekspor dan impor. Jokowi tahu betul bahwa Sumatera Itu kaya SDA tetapi lebih banyak dimanfaatkan oleh Jawa. Tetapi dengan adanya Pelabuhan berskala international itu maka semua wilayah Sumatera akan terbuka untuk mengkases pasar international dengan efisien dan efektif. Kebayang engga pabrik panci, kuali dan lain lain produk downstream almunium ASEAN dan China, Korea akan pindah ke Kuala Tanjung untuk mendekati bahan baku di Inalum. PEMDA akan dapatkan PAD atas PBB dan retribusi arus barang dan jasa. Kemakmuran hanya masalah waktu terjadi. Bererimakasih lah kepada Jokowi.

Sumber : Facebook Erizeli Jely B

Tuesday, August 28, 2018 - 11:15
Kategori Rubrik: