Jokowi Tak Punya Beban Kepentingan

Ilustrasi
Oleh : Enha (Nurul Huda Haem)
 
Fakta sejarah Presiden RI yang bukan berlatar belakang Militer, selalu berhenti ditengah jalan (baca : digulingkan), sebelum mereka dapat menyelesaikan masa baktinya, hal ini dikarenakan mereka tidak bisa terikat oleh suatu politik kepentingan, mereka menentukan sikap dan keputusan karena mereka tidak terbiasa memimpin dan dipimpin dalam suatu sistem komando (manut pada senioritas dan hirarki dalam kepangkatan), yang pada akhirnya mereka pun bisa loyal serta fokus hanya untuk memikirkan kepentingan demi mensejahterakan rakyat, tanpa ada embel-embel ikatan "ewuh pakewuh" kepada siapapun. 
 
Saat ini NKRI kembali di pimpin oleh seorang Presiden yang bukan berasal dari kalangan militer, melainkan dari kalangan sipil, dan semoga fakta sejarah seperti yang diceritakan diatas, tidak terjadi lagi terhadap Presiden RI saat ini yaitu Bapak Joko Widodo alias Jokowi. 
Sementara fakta sejarah Presiden RI yang berlatar belakang militer selalu bisa menyelesaikan tugas sampai akhir, bahkan ada yang melebihi dua dekade, mirip dengan sistem negara kerajaan, hal ini dikarenakan mereka (presiden yang berlatar belakang militer) terbiasa memimpin dan dipimpin dalam sistem komando, sesuai hirarki senioritas dan kepangkatan, senantiasa setia dalam menjalankan instruksi pimpinan (senioritas), mereka tidak bisa bebas berekspresi dalam menentukan suatu kebijakan, semua harus sesuai arahan dan petunjuk, makanya wajar kalau mereka bisa menyelesaikan tugas jadi Presiden sampai waktu yang telah ditentukan (5 tahun) bahkan lebih, karena Presiden dengan latar belakang militer selalu dapat mengikuti irama ritme kepentingan siapapun, apalagi bila yang punya kepentingan dari kalangan orang-orang dilingkungan militer sendiri (baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun), dan satu lagi mereka mampu menciptakan dan memelihara konflik, karena militer jagonya strategi politik (pola, intrik dan taktik). 
 
Saya pikir rakyat Indonesia sudah saatnya cerdas dalam memilih pemimpin untuk masa depan Bangsa ini. Siapapun orangnya, dari latar belakang profesi apapun dia, selama dia mampu menjadi seorang pemimpin yang bukan hanya cerdas, tapi juga harus baik, jujur dan mampu mengedepankan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi dan kelompoknya. 
 
Fakta sejarah diatas hanya untuk membuka wawasan kita agar jangan mudah tertipu oleh politik kepentingan sekelompok orang yang ingin menguasai NKRI dengan menonjolkan latar belakang profesinya. Perbanyak membuka sejarah perjalanan Bangsa ini agar supaya kita dapat belajar dari kesalahan, dapat menjadi Bangsa yang besar, disegani bangsa-bangsa lain dan rakyatnya hidup gemah ripah repeh rapih. 
 
Sumber : Group whatsapp
Tuesday, July 18, 2017 - 12:00
Kategori Rubrik: