Jokowi Tak Pernah Minta Dipuji

Ilustrasi

Oleh : Wahyu Sutono

Jokowi sudah selesai dengan dirinya. Sebelum menjadi Presiden sudah pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo. Sebelum menjadi pejabat publik sudah sukses menjadi pengusaha yang dikenal mancanegara, karena produk yang dihasilkan di export, yang itu artinya ikut sumbangsih pada devisa negara, selain 'Membuka Lapangan Kerja' bagi banyak orang.

Jokowi pun sukses membina rumah tangga dengan baik. Memiliki istri yang setia dalam suka dan duka, termasuk ketika dirinya dihina dina, difitnah, dan lain sebagainya. Ketiga anaknyapun sukses. Bahkan sebagai pengusaha, sangat mungkin lebih baik dari seorang Rocky yang apapun dibahas, padahal latar belakang pendidikannya hanya S1 filsafat.

Rocky Gerung bukan siapa-siapa di negeri ini, bahkan jadi dosenpun harus terhenti, dan kini hanya mendapat panggung di ILC yang entah mewakili sebagai apa. Politisi bukan. Peneliti bukan. Sebagai akademisipun bukan, karena saat ini tak mewakili perguraan tinggi manapun, terlebih kualitas semua ucapannya terasa tak berisi. Tapi ketika dikritisi, akan menyebutnya sebagai dungu.

Anda katakan Jokowi harus mau dikritisi sebagai pejabat publik. Itu benar karena Jokowi sendiri memintanya agar bisa digunakan sebagai fungsi kontrol. Tapi tentu saja 'Kritik Konstruktif" yang bersifat membangun dengan dasar atas niat baik, yakni menyampaikan apa yang kurang atau salahnya, lalu akibatnya, serta alternatif pemecahannya.

Jadi bukan 'Kritik Destruktif' yang cenderung nyinyir tanpa dasar, seolah Anda ini seperti ibu-ibu komplek yang sedang berkumpul di gerobak tukang sayur untuk belanja sambil ngerumpi membahas tetangga-tetangganya. Bahkan Jokowi beli motor pun Anda nyinyir. Entah kami ini harus tertawa geli dengan ucap lampahmu ini, atau kasihan. Yang pasti Anda nampaknya belum selesai dengan diri Anda sendiri, tapi ingin terkesan jenius.

Mungkin cerdas iya, tapi jenius tidak, utamanya pada nurani Anda yang telah terselimuti awan kedengkian. Sebab itu jadi 'Hil Yang Mustahal' bila Anda tak mengetahui sama sekali apa yang telah dilakukan Jokowi. Di era informasi seperti sekarang ini, rasanya terlalu dungu bila kesulitan mendapat berbagai informasi. Satu contoh yang paling mudah, tengok saja seperti apa perubahan besar di bumi Papua yang selama ini seolah dianaktirikan.

Warga Papua tahu cara berterima kasih, hingga menyebut Jokowi sebagai 'Bapak Papua.' Jadi walau kulit mereka hitam, tapi nuraninya tak sehitam cara berfikirmu Rocky. Jadi "Kamipun sudah berupaya untuk membenarkan, tapi sampai sekarang belum ketemu apa yang mau dikatakan benar (dari Rocky Gerung)."

Sesekali 'Berpikniklah' agar hatimu terbuka..!

"Salam Dungu Genderuwo"

Sumber : Status Facebook Wahyu Sutono

Sunday, November 11, 2018 - 18:15
Kategori Rubrik: