Jokowi Tak Mau Bergantung Pada Amerika dan IMF Laiknya Soekarno serta Soeharto

ilustrasi
Oleh : Tito Gatsu
Selama 5 Tahun belakangan ini masyarakat di bombardir oleh isyu hutang pemerintah Jokowi , kenapa para hatters dan political mainstream begitu gencar menggoreng hal tersebut ? Itu Tak lepas dari strategi kapitalisasi mereka yang menginginkan Indonesia kembali tunduk kepada The Fed dan IMF.
Kita sudah belajar dari kejadian Soeharto yang dijatuhkan karena Pernah berusaha. Menjalin kerja sama dengan China.
Bisa dibayangkan pada era Tahun 1995 Pak Harto mulai menjalin kerja sama dengan China , pada tahun 1996 dan 1997 Amerika Serikat melalui George Soros melakukan rush Terhadap dolar di Asia dimana hampir semua negara mengalami krisis ekonomi terutama Indonesia yang sangat bergantung kepada IMF dan IGGI yang Juga merupakan jaringan The Fed, pada saat Negara lain bisa recovery Indonesia hancur secara Ekonomi karena Bantuan IMF dihentikan dan harus tunduk kepada IMF termasuk ketentuan bahwa Soeharto harus lengser .
Pada Masa Pemerintahan Jokowi pemerintah melakukan langkah - langkah taktis dari mulai merevaluasi aset Negara , mengambil alih TNC (Trans National Company) dari Negara -negara yang dibiayai The Fed dan Amerika serikat hingga membubarkan IGGI bahkan Indonesia membuka peluang investasi selebar-lebarnya dengan Negara lain , seperti China dan Rusia , karena dua Negara Itu yang mempunyai kapitalisasi besar di dunia selain Amerika Serikat.
Jokowi bahkan memperbaharui UU Minerba mengenai pengelolaan Sumber Daya Alam dari model T.A.C (Technical Assistance Contract) dimana pengelolaan diserahkan pada asing dengan pola bagi hasil menjadi penyertaan saham dalam perusahaan pengelolaan, karena aset ikut dihitung menjadikan penyertaan modal menjadi besar bahkan bisa mengakuisisi perusahaan - perusahaan asing tersebut dan bisa ikut serta mendapatkan dana dari pasar modal kemudian disusul dengan diterbitkannya UU Cipta Kerja atau Omnibus Law sehingga Tenaga kerja Indonesia bisa lebih berperan dalam TNC disetiap perusahaan asing , hal ini tentunya membuat tidak nyaman para political mainstream dan Amerika Serikat yang sudah biasa menikmati keuntungan dari bisnis rente yang biasa mereka dapatkan .
Jokowi bahkan membuka investasi selebar mungkin hingga akumulasi hutang Negara bertambah karena pendonor Negara Indonesia bertambah seiring dengan peningkatan PDB tapi semua hutang tersebut adalah menunjukan ratio yang Sehat karena ratio penjaminan hutang dengan asset terukur !
Jika ditunjau dari Hukum Syariah sekalipun sangat memenuhi kriteria karena bila dilihat dari ratio hingga hasil mudarobahnya masih jauh dan menjamin likuiditas Keuangan Negara, berbeda dengan hutang pada Masa Orde Baru yang diibaratkan seperti Kita memohon-mohon pada rentenir karena hutang banyak digunakan untuk subsidi sedangkan hasil produksinya digarong oleh para penguasa dan konglomerat era Orde Baru hingga sekarang .
Sekarang Kita coba melihat bagaimana Kejatuhan Soekarno , naiknya Soeharto ( tenggelamnya Saya Sudah uraikan diatas) disebabkan oleh IMF dan Amerika Serikat.
Banyak analisa yang mengatakan kondisi krisis ekonomi Indonesia pada era Orde lama atau pra orde Baru yang mencapai inflasi hingga angka 600 % adalah Karena kegagalan Sukarno dan keberhasilan rezim Orde Baru dibawah kepemimpinan Jendral Suharto.
Walaupun saya tidak punya data yang cukup dari segi ukuran atau indikasi ratio ekonomi untuk membahas mengenai kenapa terjadi angka inflasi sampai dengan diatas 600 % . Tapi saya mempunyai data historis yang secara empirik Kita bisa memahami kenapa hal Itu bisa terjadi.
Karena pada tahun 1966 setelah Soeharto menerima Supersemar pada tanggal 11 maret 1966. dan kemudian pada tanggal 25 juli 1966 ditetapkan sebagai Presiden oleh MPRS yang pada saat Itu diketuai oleh Jendral A H. Nasution.
Soeharto merombak total kabinet Dwikora dan merubah Haluan Negara. Didalam pelaksanaan pembangunan dan usaha memperbaiki ekonomi Indonesia.
Dimana Haluan Negara yang Dirombak tersebut adalah konsep Trisakti menjadi konsep Trilogi Pembangunan
Bung Karno pernah melahirkan gagasan Pola Pembangunan nasional yang menurut saya brilian , yaitu Trisakti yang mencakup:
1.Berdaulat dalam politik,
2.Berdikari di Bidang Ekonomi,
3.Berkepribadian dalam kebudayaan
Konsep tersebut memang membutuhkan waktu tapi kita bisa lihat negara yang bisa membangun diatas kaki sendiri bisa menjadi Negara yang sangat maju sekarang, seperti Jepang, Korea bahkan Cina menjadi Negara termaju di Dunia , sebenarnya Tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan Indonesia yang mempunyai kekayaan Alam yang luar biasa.
Kesalahan Paling fatal Soekarno adalah Pernah percaya pada Amerika Serikat dan dibiayai IMF untuk pembangunan Indonesia sejak 1953.
Sebagai sebuah negara yang baru saja merdeka, Presiden Sukarno memiliki rencana besar dalam membangun Indonesia, yaitu membangun kemandirian ekonomi, politik, dan infrastruktur pemerintahan. Salah satu cara yang ditempuh adalah mengembangkan kemampuan sumber daya manusia dan menciptakan generasi baru yang potensial dengan menyekolahkan putera-puteri terbaik Indonesia ke negara-negara maju.
Namun, rencana itu hilang dan imajinasi yang dibayangkan lenyap seiring dengan adanya peristiwa 1965-1966 tidak hanya menghancurkan imajinasi yang dibayangkan oleh Sukarno mengenai Indonesia, terkait dengan pengiriman putera-puteri terbaik bangsa, tetapi hal itu berakibat juga pada kemunculan eksil Indonesia di luar negeri yang hilang tak berbekas .
Penumpasan kaum intelektual, pegawai, dan buruh yang berafiliasi dengan PKI dan pemerintahan Sukarno ternyata berdampak pula pada berhentinya beberapa proyek-proyek pemerintah. Antara lain Komando Pelaksana Proyek Industri Penerbangan (Kopelapip), embrio industri kedirgantaraan nasional, berhenti beroperasi karena turbulensi politik 1965.
Pemimpin Kopelapip Kurwet Kartaadiredja ditangkap dan rencana mendirikan industri penerbangan nasional yang kuat dan mandiri di era Sukarno batal.
Proyek roket nasional, wujud nyata pengembangan ilmu pengetahuan dan keperluan militer pun sempat terhenti akibat huru-hara politik 1965. Sejak 1961 pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Uni Soviet mengembangkan teknologi roket dan pada 1962 membentuk Proyek Roket Ilmiah dan Militer Awal (PRIMA), melibatkan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dengan ITB. Pada 14 Agustus 1964 proyek itu berhasil menguji coba peluncuran roket di Pameungpeuk, sekaligus menjadikan Indonesia negara kedua di Asia-Afrika setelah Jepang yang berhasil mengembangkan teknologi rudal.
Semua proyek Masa depan Bung Karno hilang tak berbekas jikapun ada hanya menjadi puing -puing dan besi tua bahkan tulang belulang para ahli yang dibunuh rezim Orde baru.
Sedangkan rezim Orde Baru yang dipimpin Soeharto mengganti konsep Trisakti Bung Karno dengan konsep atau haluan Negara Trilogi Pembangunan.
Trilogi Pembangunan adalah konsep pembangunan nasional yang dicanangkan oleh pemerintahan orde baru di Indonesia sebagai landasan penentuan kebijakan politik, ekonomi, dan sosial dalam melaksanakan pembangunan negara atau haluan Negara yang digagas Soeharto.
Konsep ini dirancang sebagai Haluan politik untuk lebih mengakomodir investasi asing masuk secara tidak terkendali dan hanya bisa dikendalikan oleh Orde baru dengan supremasi militer dan melegalkan korupsi dan KKN keluarganya serta kroni-kroninya.
Selama berpuluh - puluh tahun Indonesia memang bisa kelihatan Aman , karena militer Bertindak represif jika ada yang bersuara , harga -harga bisa ditekan dengan hutang, tanpa disadari semua pengelolaan sumber daya alam diserahkan. Kepada asing dimana pemerintah hanya sebagai regulator dan mendapatkan hasil bersih dari pembagian keuntungan saja itupun tidak dilakukan secara transfaran dan menjadi bancakan korupsi para Pejabat hingga anggota Dewan.
Soeharto menganggap Proses Desukarnoisasi penting dilakukan demi menciptakan stabilitas nasional mengahapus apapun yang berpotensi menentang pemerintah orde baru, hal ini dilakukan dengan mengganti sejarah dan menghapus masa lalu bahkan yang mengerikan juga dengan membantai dan memenjarakan semua yang berbau atau berfaham Sukarno. Karena bisa mengganggu kepentingan Amerika Serikat dan para kapitalis di Indonesia.
Para mentri dibidang ekonomi dan Pembangunan era Bung Karno hampir semua ditangkap dan dijebloskan dalam penjara. Antara lain : Chaerul Saleh (mentri Pembangunan ) , Oei Tjoe Tat (mentri Keuangan ) , Soebandrio (Perdana Mentri merangkap mentri luar Negri ). dan hingga 15 mentri utama dibidang ekonomi semuanya dijebloskan dalam penjara, bukan Itu saja beberapa Pejabat strategis atau mentri yang sudah mulai membuat langkah langkah kedepan agar Indonesia menjadi negara maju, seperti Kurwet Kartaadireja yang sedang membangun Industri pesawat terbang Kopelapip juga ikut ditahan oleh rezim Orde Baru.
Proses Desukarnoisasi Juga diikuti dengan penghapusan dokumen Negara dan memenjarakan para mentri dan Pejabat Sukarno terutama dibidang Ekonomi .
Saya berusaha menyelusuri data dari kementrian Keuangan sebelumnyapun pada saat mentrinya Djuanda Kartawidjaja yang meninggal dunia pada tahun 1963 pasca direbutnya Irian Barat (Papua) juga tidak menemukan data yang meyakinkan , berapa sebenarnya hutang Indonesia, bagaimana GDP dan PDB nya kemudian berapa hutang luar negrinya , kenapa terjadi Inflasi , semua data yang ada adalah setelah Mentri Keuangan dijabat oleh mentri yang ditunjuk Jendral Suharto, yaitu Drs. Frans Seda.
Ajaibnya baru dipegang 1 Tahun lebih oleh Frans Seda pada akhir Tahun 1967 inflasi bisa hilang 500% menjadi 112% bahkan setelah Tahun 1968 dimana Tim ekonomi di kuasai Mafia Berkeley ekonomi bisa tumbuh diatas 6 % . Hal yang fantastic seperti Kejatuhan durian runtuh .
Sembuhnya perekonomian ketika RI di bawah pimpinan Soeharto adalah berkat utang-utang dari luar negeri khususnya IMF dan negara-negara blok barat.
Resesi yang terjadi di tahun 1965 Juga diakibatkan ketika Sukarno memutuskan Indonesia keluar dari keanggotaan lembaga pemberi utang dunia alias International Monetary Fund (IMF) karena merasa dipermainkan oleh Amerika Serikat. Namun setelah Soeharto berkuasa, Indonesia kembali bergabung dengan IMF pada 1967.
Kedekatan Soeharto dengan blok barat semakin jelas setelah keterbentukan Inter-Govermental Group on Indonesia (IGGI). Melansir catatan USAID/Indonesia September 1972, grup tersebut dibentuk untuk memberikan bantuan kepada Indonesia yang tengah melakukan stabilisasi.
IGGI sendiri terdiri dari beberapa negara seperti AS, Australia, Belgia, Kanada, Denmark, Prancia, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Selandia Baru, dan Inggris. World Bank (WB), IMF, dan Asian Development Bank (ADB) juga termasuk dalam anggota IGGI.
Tetapi bila diselusuri secara historis memang tampak jelas kondisi inflasi yang terjadi pada tahun 1965- 1966 memang sudah didisain untuk menjatuhkan Sukarno .
Indonesia yang dilanda krisis dan mulai menjalin hubungan dengan Negara-negara blok Timur dan Cina memang sebenarnya masalah resesi inipun seharusnya bisa segera diatasi oleh Sukarno terlebih ketika menyatakan keluar dari IMF pada januari 1965 tapi beliau Kalah Cepat oleh CIA dan Suharto sehingga pada September 1965 Sukarno dapat dijatuhkan.dan pada tahun 1967 Suharto mampu menjadi penyelamat ekonomi.Indonesia dengan kembali Masuk menjadi anggota IMF yang akhirnya Soeharto dilengserkan Juga oleh IMF dengan melakukan rush pada tahun 1996-1998 dan menghentikan Bantuan Keuangan pada tahun 1998.
Pada saat ini Kita harus bangga mempunyai Presiden cerdas yang didukung oleh para mentrinya yang hebat terutama dibidang ekonomi karena mereka berpihak kepada kedaulatan rakyat .
Jangan biarkan Jokowi sendirian mengembalikan kedaulatan rakyat Indonesia.
Salam Kedaulatan rakyat.
Sumber : Status Facebook Tito Gatsu.
 
Sunday, January 10, 2021 - 11:15
Kategori Rubrik: