Jokowi Tak Gengsi Teruskan Pembangunan Bandara Kertajati, Peninggalan Pendahulunya

Oleh : Wildan Agung S

Jadi begini.. Proyek pembangunan Bandara Kertajati dirintis mulai 2003 dan pembangunanya dimulai pada masa pemerintahan Gub. Aher di tahun 2009, awalnya pembangunan bandara tersebut diperkirakan akan menelan biaya 9 Trilyun rupiah (1), namun dalam perkembangannya Bappenas memperkirakan dana yang dihabiskan bisa mencapai 12 Trilyun rupiah (2).

"Dana untuk membangun Bandara Kertajati itu sebesar 70% didapat dari APBD Jawa Barat" kata temen saya yang setuju kitab suci dibilang fiksi oleh Rocky Gerung. padahal APBD jawa barat di tahun 2010 "hanya" sebesar 9 Trilyunan yang kemudian diperbaharui menjadi 10 Trilyun (3). Kalo cuma mengandalkan dana APBD, mungkin sampe 2030 baru slese tuh pembangunan bandara, lah terus Jabar baru slese bangun bandara sendiri besoknya Indonesia bubar gitu? Kan bete kita sebagai warga Jabar.

Itulah makanya di awal tahap pembangunan bandara, Bappeda Jabar menerima pinjaman lunak dari pemerintah pusat yang menurut Kepala Bappeda Jabar waktu itu Denny Juanda Puradimadja dananya diperoleh dari investor China sebesar 3 Trilyun rupiah. Hah, China?? kok dulu ga denger teriakan antek asing-aseng sih? lah.. Tahun 2010 kan cebong ama kampret belum lahir bro.

"Trus kok pembangunannya baru kenceng di zaman Jokowi? pan udah ada modal awal 3 Trilyun?" nyari investor itu berat bro, biar Jokowi aja.. makanya Gub. Aher seneng banget waktu pemerintah pusat mengambil alih pembangunan Bandara Kertajati ini (4). Di sini Presiden Jokowi mengharapkan pihak swasta ikut masuk dalam pembangunan proyek Pemerintah ini. Dan sebagai "pancingan" pemerintah pusatpun menggelontorkan dana 2.1 Trilyun yang bersumber dari APBN (4). kekurangannya ditutupi menggunakan skema pembiayaan melalui Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) serta pinjaman dari sindikasi perbangkan syariah (5), dan taraaaaa... swastapun ikut terlibat dan proyekpun selese lebih cepat, tentunya sesuai dengan petunjuk presiden.

Jadi kita juga perlu mengucapkan terimakasih kepada Gub. Aher yang telah ikhlas menyerahkan kelanjutan proyek pembangunan Bandara kertajati ini kepada pemerintah pusat, itu tandanya Gub. Aher adalah seorang yang berjiwa besar, kalo bisa kerjasama dengan pemerintah pusat mengapa harus gengsi. Dan untungnya Jokowi juga tidak gengsi melanjutkan pembangunan bandara ini meskipun awalnya bukan programnya. nama bandaranya juga tetep Bandara Kertajati. Kan ada pemimpin yang gengsi kalo nglanjutin program dari pendahulunya, sampe-sampe namanyapun diganti, rumah susun jadi rumah lapis, normalisasi jadi naturalisasi, RPTRA jadi Taman maju Bersama (TMB).

Dah ah... jangan saling klaim, ini kerjasama yang baik antara Pemprov Jabar dengan pemerintah pusat kok. akhirul kalam, "terimakasih Pak Aher.... Kesuwun pak De Jokowi"

1. https://news.detik.com/…/biaya-pembangunan-bandara-kertajat…
2. http://www.tribunnews.com/…/proyek-bandara-kertajati-majale…
3. http://www1.jabarprov.go.id/index.php/pages/id/810
4. https://finance.detik.com/…/aher-gembira-pemerintah-pusat-a…
5. https://bijb.co.id/menko-luhut-pastikan-pendanaan-bandara-…/

#BacaDenganCerdas

Sumber : Facebook Wildan Agung S

Friday, April 20, 2018 - 12:00
Kategori Rubrik: