Jokowi, Sang Guardian Angel

Ilustrasi

Oleh : Winston Zippi Johanes

Saat hendak meninggalkan lokasi Pengungsian Palu, 3 Oktober 2018, seorang anak kecil menghampiri Presiden Joko Widodo.

Anak itu terus mengikuti hingga Jokowi masuk ke mobil yang digunakannya. Tangan kirinya terlihat lebam, dan ada bekas luka di dagu yang kemungkinan besar didapat saat gempa terjadi.

Sambil duduk di jok depan, Jokowi kemudian memberi anak itu makanan kecil dan air mineral.

"Nih, bawa ya," kata Jokowi sambil memberikan makanan ringan.

Ia bahkan mempersilahkan sang bocah untuk memilih sendiri Makanan Ringan yang ia inginkan.

"Mau yang mana lagi?," tanya Jokowi.

"Sudah," jawab bocah tersebut.

Sambil memegang bungkus makanan di dadanya, sang anak bertanya kepada orang nomor satu di Indonesia itu.

"Boleh ikut tidak?" tanya anak itu.

Jokowi menunjukkan ekspresi kaget mendengarnya.

"Hmm?," tanya Jokowi.

"Boleh ikut atau tidak?," bocah itu mengulangi pertanyaan.

Sambil menepuk-nepuk dan mengelus punggung sang anak, Jokowi menjawab.

"Tunggu di rumah saja, nanti besok sekolah, belajar ya, yang pinter," jawab Jokowi kepada sang anak.

Anak itu kemudian menimpali lagi.

"Tidak bisa sekolah, sekolahnya rusak," jawab bocah itu.

"Iya, nanti diperbaiki, agar bisa belajar lagi," kata Jokowi.

Anak itu kemudian menuruti perkataan Jokowi, lantas turun dari mobil.

Nama anak itu Izrael.

Ia adalah anak korban gempa Palu yang kehilangan ibunya, sementara ayahnya terluka dan sedang dirawat di rumah sakit.

Kepada wartawan Metro TV, Wahyu Wiwoho, Izrael kembali bercerita tentang ibunya.

"Mamaku sudah mati, jadi saya tidak boleh menangis. Harus berani, mamaku sudah di atas sekali," kata Izrael.

"Tadi presiden bilang apa?" tanya si wartawan.

"Saya harus belajar, membaca. Mamaku suka sekali kalau aku belajar," kata bocah itu

Meski masih kecil, Izrael terlihat sangat tegar.

"Mama sudah di surga. Tapi saya tidak boleh nangis. Saya harus berani. Kalau saya nangis nanti mamaku nangis juga," kata bocah kecil itu.

Izrael kini tinggal di Tenda Pengungsian bersama adik kembarnya serta bibinya.

Sumber : Status Facebook Winston Zippi Johanes

Sunday, October 7, 2018 - 15:00
Kategori Rubrik: