Jokowi Putuskan Blok Masela, Rizal Ramli dan Rakyat Maluku Bersyukur

Oleh : Musni Umar

Saya termasuk yang amat bahagia dan bersyukur kepada Allah ketika membaca SMS (Short Message Service) Dr. Rizal Ramli, Menko Maritim dan Sumber Daya RI, yang memberitahu (23/3/2016) bahwa Presiden Jokowi telah memutus bahwa kilang Masela dibangun di darat.

Saya kutip lengkap SMS Dr. Rizal Ramli kepada saya “Alhamdulillah, akhirnya Presiden putuskan kilang Masela dibangun di darat. Dalam kasus Masela, Presiden Jokowi telah menjalankan amanah konstitusi yang sebenar-benarnya agar sumber daya alam digunakan sebesar-besarnya untuk rakyat Indonesia. Semoga rakyat Indonesia semakin mendapatkan manfaat dari sumberdaya alam yang melimpah yang Tuhan berikan. Amin.

Setidaknya ada lima alasan saya menyambut gembira dan rasa syukur kepada Allah atas keputusan Presiden Jokowi terhadap Blok Masela.

Pertama, Presiden Jokowi telah menjalankan Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 secara murni dan konsekuen yaitu “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.

 Kedua, Presiden Jokowi tidak mau ditekan oleh pihak manapun termasuk asing dan para komprador (pengantara bangsa pribumi yang dipakai oleh perusahaan atau perwakilan asing) supaya kilang Blok Masela dibangun di laut.

Ketiga, Presiden Jokowi sangat cerdas, Blok Masela dijadikan “test water” untuk melihat siapa menteri yang benar-benar “orangnya” yang mau pasang badan - memihak kepada kepentingan rakyat, bangsa dan negara atau menjadi “komprador” asing, serta siapa menteri yang menghayati dan mau melaksanakan Nawacita dan Tri Sakti Bung Karno.

Keempat, Presiden sangat memperhatikan aspirasi rakyat Maluku yang disuarakan para tokohnya di pusat dan daerah supaya kilang Blok Masela dibangun di darat.

Kelima, Presiden Jokowi tidak terpengaruh dengan pemberitaan beberapa media yang menggiring opini publik bahwa pembangunan Blok Masela di laut lebih murah, dan kalau dibangun di darat investor akan lari. Selain itu, terus menjelek-jelekkan Rizal Ramli, Menko Maritim dan Sumber Daya yang bersikukuh supaya kilang Blok Masela dibangun di darat untuk kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar dan rakyat Maluku pada khususnya.

Pemberitaan yang menggiring opini publik supaya Blok Masela dibangun didarat dan Rizal Ramli dijadikan sebagai sasaran tembak, diduga sengaja di setting dan berkembang rumors (pergunjingan) bahwa “tidak gratis, tetapi dibayar karena ada ungkapan there is no free lunch” (tidak ada makan siang yang gratis).

Menyejahterakan Rakyat

Sejak Orde Baru sampai di era Orde Reformasi, sumber daya alam Indonesia yang kaya raya dieksplorasi oleh pihak asing dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA) lebih banyak mengikuti maunya perusahaan asing.

Presiden, menteri, pejabat negara, Gubernur, Bupati, Walikota dan komprador asing seolah menjadi “jongos” pihak asing untuk melayani mereka dalam berinvestasi di Indonesia, sehingga hampir semua investasi di bidang sumber daya alam merugikan bangsa dan negara Republik Indonesia.

Presiden Jokowi menurut pengamatan saya, dalam berbagai kesempatan selalu mengundang investor asing untuk berinvestasi di Indonesia, selalu menyambut hangat, sangat ramah dan amat melayani mereka, tetapi ketika berhadapan dengan kepentingan rakyat, bangsa dan negara, selalu diutamakan. Kita memerlukan investasi asing, tetapi jangan mereka yang mengatur kita, karena kita adalah negara dan bangsa yang berdaulat. Kitalah yang mengatur mereka dengan prinsip “win-win solution”.

Rizal Ramli dan Rakyat Maluku Bersyukur

Rizal Ramli, sejak diskursus Blok Masela dijadikan sasaran tembak beberapa media untuk menghabisi reputasinya, maka pasca Presiden Jokowi memutus Blok Masela dibangun di darat, Rizal Ramli patut bersyukur kepada Allah, karena kasus Blok Masela memberi hikmah yang besar.

Pertama, di era demokrasi sekarang, melalui media seseorang bisa diangkat setinggi langit, tetapi sebaliknya bisa dihancurkan dalam sekejap. Alhamdulillah, Rizal Ramli lolos dari fitnah dalam kasus Blok Masela.

Kedua, Rizal Ramli bisa memetakan siapa teman sejati, siapa teman karena kepentingan sesaat. Ketika Rizal Ramli dihajar, tidak sedikit temannya yang tiarap, dan bahkan bermain “aman”. Tidak banyak yang berani membela secara terbuka.

Ketiga, membela kepentingan rakyat (wong cilik) bangsa dan negara tidak mudah di era sekarang, karena media tidak selamanya “netral”. Pemilik media adalah para pengusaha besar yang masing-masing mempunyai kepentingan. Dalam banyak kasus, mereka yang membela rakyat jelata, bangsa dan negara, tidak mendapat apresiasi dalam pemberitaan, justeru dianggap sebagai pencitraan dan dihabisi sebab dianggap melawan kepentingan mereka.

 Selain itu, rakyat Maluku patut bersyukur kepada Allah karena Presiden Jokowi telah memutuskan bahwa Blok Masela dibangun di darat.

Rasa syukur rakyat Maluku yang telah berjuang secara langsung atau melalui tokoh-tokohnya seperti Abdullah Marasabessy, Wakil Ketua Komisi B DPRD Maluku, Teddy Leasiwal, Ekonom Universitas Patimura, Engelina Patiasina, Inisiator Gerakan Maluku Kaya, Prof Watloly, Guru Besar Universitas Patimura, Tjance H. Tjiptabudi, Dekan Fakultas Hukum, Unpatti, Amir Hamzah, Tokoh Masyarakat Maluku di Jakarta, Barnabas Natanael Orno, Bupati Maluku Barat Daya, H. Andi Rukman Karumpa, Koordinator Kadin Kawasan Indonesia Timur, dan banyak tokoh yang berjuang bersama Rizal Ramli, sehingga Presiden Jokowi mengabulkan perjuangan mereka supaya Blok Masela dibangun di darat.

Semoga kasus Blok Masela menjadi pelajaran bagi rakyat Maluku dan seluruh bangsa Indonesia, khususnya para menteri dan pejabat negara di pusat dan daerah untuk berani berjuang dan membela kepentingan rakyat, bangsa dan negara untuk mewujudkan kebangkitan, kemajuan dan kejayaan Indonesia

Sekali lagi saya memberi apresiasi yang amat tinggi kepada Presiden Jokowi yang dengan tegas membela kepentingan rakyat Maluku, kepentingan bangsa dan negara dalam kasus Blok Masela. Allahu a’lam bisshawab** (ak)

Sumber tulisan : kompasiana.com

Sumber foto :katadata.co.id

Thursday, March 24, 2016 - 10:00
Kategori Rubrik: