Jokowi - Prabowo Itu Ibarat Air dan Minyak

Ilustrasi

Oleh : Riza Iqbal

Jokowi disandingkan PS...?? 
Itu bisa jadi mimpi buruk bagi pendukung kedua belah pihak. Terutama para pendukung Jokowi.

Cebong mendukung Jokowi bukan hanya tujuan politis semata, tapi berharap juga akan hadirnya sebuah kepemimpinan baru yg lepas dari bayang2 masa lalu untuk menuju Indonesia yg lebih baik. Bila Jokowi bersanding dengan PS, itu murni politik bagi2 kekuasaan. Kerja Jokowi akan terhambat dengan manuver2 yg akan dilakukan pihak2 yg tergabung dalam PS collaboration. Apalagi selama ini segala kebijakan Jokowi selalu salah dimata pendukung mereka.

Berbeda dengan cebongers, kampreters bukan satu kelompok yg murni mendukung PS untuk menuju puncak kekuasaan. Ditubuh mereka terdapat sel2 yg memiliki agenda berbeda. Mereka akan mengusung siapapun yg dianggap bersebrangan dengan Jokowi. Hari ini PS besok bisa GN, lusa bisa berubah jadi HRS bahkan klw perlu, penyanyi sekelas AD pun akan mereka dukung jadi Presiden.

Mereka satu suara hanya ketika akan menjatuhkan Jokowi tapi bila itu berhasil, mereka akan saling memisahkan diri sesuai agenda kelompoknya masing2 dan akhirnya akan saling bertarung satu dgn lainnya demi kekuasaan sesuai tujuan kelompoknya. Setelah itu baru kita sadari, siapa yg selama ini berada dibalik topeng "semua demi agama". Tapi semua pengguna topeng tersebut hanya boneka. Ada boneka orba, ada boneka khilafaf dan ada juga boneka uncle sam.

Jika Jokowi dipaksakan berpasangan dengan PS, belum tentu situasi politik menjadi adem seperti yg diperkirakan. Sebagian pendukung PS yg saat ini mengagung2kan dirinya akan bermanuver layaknya layangan singit. Mereka akan tiba2 menjadi kelompok peduli HAM dengan mengorek pelanggaran2 HAM yg diperkirakan pernah dilakukan oleh PS.

Ingat saat PS mengatakan bahwa kita harus menghormati Freeport krn telah membantu Indonesia?
Sedangkan kita tau, pemerintahan Jokowi sangat gencar untuk mengambil kedaulatan Indonesia dimana selama ini Freeport telah berlaku semena2 terhadap tanah Papua. Baik kekayaan tambang maupun pembagian hasil. Jadi kapan Freeport telah membantu Indonesia?

Kita juga tau bahwa selama ini PS adalah salah satu yg ditolak masuk Amerika Serikat terkait kasus HAM di Timor Timur. Lantas apa maksud PS kata "membantu" itu adalah bentuk pernyataan "toleransi" politik utk kelompok yg bisa mengungkit masa lalu PS dan mungkin akan diangkat juga oleh AS jika tidak ada bargaining yg dilakukan oleh PS bila berhasil sampai dipuncak kekuasaan?

Terlalu banyak bargaining politik yg harus dilakukan jika Jokowi disandingkan dengan PS. Pekerjaan Pak Dhe pun akan terhambat dengan issue2 masa lalu PS yg belum tuntas. PS sendiri pun harus bermain mata dengan kelompok2 yg saat ini masih satu barisan dengannya.

Jadi, daripada coba2 dengan resiko yg bisa menghambat perubahan dan pembangunan, kenapa tidak mencari figur2 yg layak mendampingi Jokowi sebagai wapres. Figur yg tidak terkait dosa masa lalu, punya visi dan misi yg sama seperti Jokowi dan mampu sebagai partner kerja.

Masa lalu cukup diberi bingkai untuk ditempatkan di museum. Lagian Pak Dhe kan sudah punya pasangan. Kenapa PS gk dijodohkan dengan sesama jomblo? 
RS misalnya, seorang aktivis LSM yg selalu nyinyir dan mengkritik semua penguasa. Siapa tau mereka bisa langgeng dan samawa...

-TYVa-

Sumber : Status Facebook Riza Iqbal

Monday, January 8, 2018 - 15:15
Kategori Rubrik: