Jokowi Ogah Bicarakan Freeport dengan AS

Ilustrasi

Jakarta (RI) – Ditengah keraguan masyarakat akan adanya perpanjangan kontrak PT Freeport, pemerintah memastikan tidak akan ada pembahasan terkait hal itu.

Seperti diketahui, Jumat sore Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat. Kedatangannya kesana atas undangan Presiden Amerika, Barrack Obama. Sedang di tanah air, muncul polemik rencana perpanjangan kontrak Freeport.

Padahal seperti dituturkan presiden ketika diwawancarai televise swasta, menjawab dari aturan kerjasama, tahun akhir kerjasama masih 2019 dan perpanjangan bisa dilakukan H-2 tahun atau tepatnya 2017.

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung memastikan tidak ada agenda pembahasan Freeport dengan Negara paman sam itu.  Presiden melakukan kunjungan resmi ke Amerika mulai 25 hingga 30 Oktober 2015 mendatang.

"Menteri ESDM Sudirman Said tidak jadi berangkat, jadi tidak ada spekulasi mengenai Freeport," kata Pramono Anung di Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta.

Kunjungan ke Amerika diwilayah Barat dan Timur negara itu. Di bagian timur, Jokowi akan bertemu Presiden Barrack Obama, pimpinan parlemen, menteri dan pelobi dengan agenda pembahasan peran Indonesia-AS dalam percaturan global.

"Tentunya juga masalah yang menyangkut politik, ekonomi, kerja sama dan penandatanganan beberapa nota kesepahaman dan kerja sama bidang hankam, perhubungan dan macam-macam lainnya," katanya.

Sedangkan diwilayah barat, Presiden bakalan melihat ke silicon balley guna bertemu pelaku usaha digital dan kreatif. Selain itu juga bertemu CEO Google, Microsoft, Apple dan lainnya.

"Dua tempat ini, yang satu sangat formal dan lainnya informal. Jadi itulah memang yang jadi keinginan Presiden supaya ke AS ini tidak hanya kunjungan kenegaraan tetapi juga membahas persoalan kemajuan ekonomi kreatif dan digital kita," katanya.

Seskab menyampaikan Presiden berniat memajukan desa dan mendorong penggunaan teknologi digital untuk mengelola desa.

"Kemudian nanti Menteri Desa akan berangkat ke sana, dan memang Google berkeinginan untuk membantunya," katanya.

Dengan dana desa yang besar, maka akan ada upaya merangsang minat dan pengetahuan pada teknologi digital sehingga desa bakal melek teknologi. Presiden berupaya keras rakyat Indonesia bukan hanya sebagai user tapi naik tingkat menjadi player dalam era teknologi. (Antara)
 

Sunday, October 25, 2015 - 21:45