Jokowi No. 1, Jokowi 1x Lagi

Oleh : Guntur Wahyu Nugroho

Saya berasumsi banyak kampret yang pasang foto diri di medsos dengan mengacungkan jari telunjuknya terpaksa menurunkan maupun mengganti foto dirinya setelah KPU menetapkan pasangan Jokowi - Ma'ruf memperoleh nomor urut 1. Boleh jadi simbol lain tengah dipersiapkan untuk menyatakan dukungan kepada pasangan no. urut 2 sekaligus menegaskan identitas kelompok mereka. Nampaknya, Yang ngecat lombok tidak berkenan simbol yang mengacu ketaatan mutlak terhadap diriNya diperdagangkan dan dipolitisir sedemikian rupa hanya untuk gagah-gagahan atau untuk memanipulasi persepsi masyarakat. Jokowi mestakung. Alam Semesta Mendukung.

No. 1 bisa dimaknai dan diinterpretasikan dengan banyak hal yang positif. Namun ketika no. 1 diklopkan dengan Jokowi, pemaknaan no. 1 tidak lagi berada di ruang kosong. Ia dibawa ke ruang nyata dalam kehadiran sosok yang banyak membawa energi perubahan yang positif bagi negara Indonesia. Jokowi menjadi bagian dari energi Asia yang secara simbolik mencuri perhatian dunia internasional dengan kesuksesan penyelenggaraan Asian Games dan pidatonya tentang sosok "Thanos".

Jokowi, from zero to hero menjungkirbalikkan kemapanan para elit politik di Indonesia yang merasa paling berhak memimpin Indonesia sekaligus meremehkan dan mencemooh Jokowi sebagai "ndeso", "plonga-plongo", bodoh, kurus dan lain sebagainya. Dicerca, dihina, dibully habis-habisan, difitnah sebagai PKI, antek asing-aseng tidak membuat Jokowi jatuh terjerambab. Ibarat emas yang ditempa dan dimurnikan dengan api, melewati badai ekonomi-politik, perlahan namun pasti Jokowi membuktikan bagaimana seharusnya menjadi seorang pemimpin dan negarawan di Indonesia, dihormati dan disegani oleh pemimpin dunia.

Lihat saja orang-orang yang merasa diri lebih hebat daripada Jokowi dan tidak bosan menghina dan meremehkan Jokowi dan kinerjanya, dipermalukan oleh dirinya sendiri akibat pernyataan-pernyataan mereka yang kasar, blunder, tendensius dan ambisius. Contoh yg paling jelas ialah Amien Rais, SBY, Fadli Zon, Fahri Hamzah.

Dengan hasil kerja yang nyata dan konkret baik di jawa maupun luar jawa, infrastruktur yang makin merata, makro ekonomi yang terjaga, kesiapsediaan diri untuk berada bersama rakyatnya yang ditimpa bencana, ajakan yang konsisten untuk bangga dan optimis sebagai bangsa Indonesia, Jokowi sungguh sangat layak diberi kesempatan dan kepercayaan sekali lagi untuk menahkodai kapal Indonesia ini. Di tangan Jokowi, Indonesia menjadi negara maju dan bermartabat.

 

Sumber : facebook Guntur Wahyu N

Saturday, September 22, 2018 - 17:00
Kategori Rubrik: