Jokowi, Mulyani, Serius Ga Urus Negara

Ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Seorang simpatisan Ganti Presiden sedang ngomel-ngomel dengan nadanya yang berapi-api sekaligus berair-air (muncrat) mengenai wajah lawan bicaranya. "Ini Jokowi sama Sri Mulyani serius nggak ngurus negara! Sudah tahu Rupiah terus melemah kok tenang-tenang saja?! Kalau terancam bangkrut seperti Turki gimana? Wah, semakin mantap Ganti Presiden! Cukup!"

Ssstt.., tenang mas bro akhi pret. Saya jelaskan secara pelan-pelan ya. Tapi ini rahasia yang bahkan cebong pun mana ngarti. Jadi begini, masih ingat dengan pernyataan Sri Mulyani bahwa setiap Rupiah melemah Rp.100, maka ada penerimaan negara sebesar 1,7 Trilliun? Makanya ekonomi kita relatif tenang dan tidak goyah. Nah, penerimaan ini dari mana? Jangan-jangan ini pengibulan saja.

Sudah berpuluh-puluh tahun negeri ini digerogoti oleh benalu bangsanya sendiri. Terdapat sekelompok orang yang mengumpulkan kekayaan dengan cara jahat dan ilegal. Korupsi, praktek rente dan bahkan mencetak uang ilegal jamak dilakukan. Hasil "rampokan" itu mereka cuci salah satunya dengan cara memborong Dolar dan Saham. Kemudian aset-aset itu mereka sembunyikan di luar negeri. Tidak cukup disitu, mereka bahkan menjadi spekulan diatas penderitaan negerinya sendiri. Bayangkan, disaat negara dalam keadaan menjelang jatuh tempo untuk membayar hutang luar negeri dalam bentuk Dolar, mereka malah jadi spekulan dengan memborong mata uang tersebut. Akibatnya permintaan Dolar jadi naik dan semakin membebani pengeluaran negara untuk membayar hutang. Pun aset mereka semakin bejibun, tersembunyi di luar negeri seakan tak habis untuk tujuh turunan. Sampai disini mengerti kan mas bro akhi pret?

Nah, ketika Jokowi terpilih memimpin negeri ini, dia langsung menggagas Tax Amnesty sekaligus mencetak emisi Rupiah baru. Praktek uang ilegal seketika menjadi terhenti dan aset di luar negeri yang tersembunyi menjadi buah simalakama. Ibarat penjual sate yang sedang dipalak 200 tusuk sama Sundel Bolong. Di kasih tekor, gak dikasih binasa! Apalagi Jokowi mengutus Sri Mulyani untuk berperan aktif dalam Kesepakatan Transparansi Keuangan Internasional 2017. Aset-aset itu semakin tak bisa bersembunyi. Apalagi Mbak Sri yang mantan Managing Director Bank Dunia tahu persis modus dan pergerakan aset-aset dalam wujud Dolar itu. Semakin paham kan mas bro akhi pret?

Disinilah titik pointnya. Bayangkan, ada aset "terkatung-katung" di luar negeri yang kabarnya bernilai hingga Puluhan Ribu Trilliun Rupiah dalam bentuk Dolar. Dan yang tidak banyak diketahui publik kecuali oleh #SILIT, sesuai Perjanjian Transparansi Keuangan Internasional terkait pertukaran informasi keuangan antar negara, jika empunya aset tersebut tak mengakui keberadaannya, maka akan menjadi penguasaan negara sebagaimana asal kewarganegaraan empunya (WNI). Nah lo!

Jadi, kalau Sri Mulyani mengatakan ada penerimaan negara dalam setiap pelemahan Rupiah, rasanya menjadi masuk akal. Ternyata kita memiliki cadangan devisa " bayangan" senilai puluhan ribu trillliun dalam bentuk Dolar. Dimana secara logis, jika ada penguatan Dolar maka terdapat insentif atas penguatan kurs tersebut. Tinggal bagaimana Mbak Sri merancang formula Ekonomi Makro di dalam negeri agar tak terjadi inflasi (kenaikan harga) saat tiba-tiba Dolar menguat. Karena mak mbedunduk, kita memperoleh penerimaan yang signifikan. Salah satunya yaitu disalurkan lewat pembangunan infrastruktrur agar penerimaan itu terserap dan tak terlalu banyak uang beredar yang bisa memicu inflasi. Sudah jelas kan mas bro akhi pret? Saya aja yang nulis dan menjelaskan juga belum jelas kok! Hehehe.. Cebong mana ngarti?

Oh ya, sudah tahu kan kalau nama Sandiaga Uno tercantum di Panama dan Paradise Papers? Bocoran dokumen yang memuat nama-nama penyembunyi aset di luar negeri. Kalau dalam skandal korupsi ada nama Nazaruddin sebagai Justice Collaborator, jangan-jangan Bang Sandi malah jadi Justice and Politic Collaborator terkait Tax Amnesty? Karena jika disimak belakangan ini, kok hidupnya penuh atraksi! Sementara Jokowi malah tampak woles saja. Benar gak mas bro akhi pret? Waduh.., alamat gak jadi Ganti Presiden dong?
Salam Dua Periode!

*FAZ*

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Friday, August 17, 2018 - 13:30
Kategori Rubrik: