Jokowi Membuat Singapura Ketar Ketir

Oleh : Asep Bahtiar Pandeglag

Bayangkan, Ada 4000 Triliun uang indonesia yang diparkir di luar negri, negara paling banyak menyimpan uang Indonesia adalah Singapura, dengan uang Indonesia yang di simpan di negara mereka, Singapura menjadi negara kaya di asia, memiliki pasar bebas terbesar dan menjadikan negara tersebut masuk dalam jajaran macan asia, hanya Singapura satu-satunya negara di dunia yang meminta Pajak paling rendah kepada warganya, membebaskan modal dengan sebebas-bebasnya, dibantu dengan kebijakan imigrasi yang liberal, membuat Singapura menjadi tempat paling kosmopolitan. negara kecil mungil ini dihuni oleh para konglomerat kelas kakap yang datang dari penjuru dunia.

Setelah Presiden Jokowi naik menjadi orang nomor satu di negri ini, entah karena takdir atau memang kebetulan, kemudian terhembuslah sebuah skandal pajak yang terkenal bernama “Panama Papers” yang menggiring ratusan orang kaya dan pejabat di negri ini ada dalam daftar surga pajak tersebut. Presiden tahu betul, tidak gampang membawa uang-uang triliunan tersebut ke Indonesia, kenyataannya, hanya dengan tax Amnesty lah Indonesia bisa kembali memulangkan uang-uang simpanan tersebut sekaligus mengampuni mereka yang terdaftar dalam panama papers.

 Orang-orang miliuner tersebut tentunya akan diampuni oleh Presiden dengan syarat mereka menanamkan uangnya untuk kepentingan pembangunan di Indonesia, apalagi saat ini presiden Jokowi sedang membangun insfratukrur di berbagai daerah, baik jalan tol, jembatan, kereta api, pelabuhan dan bandara yang kesemuanya seperti darah dan tulang yang saling menghubungkan antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Keberadaan insfratuktur ini tentu akan menjadi seperti gedung-gedung mati tak berpenghuni jika tidak diimbangi dengan berdirinya perusahaan-perusaan yang mensejahterakan ekonomi masyarakat, seperti juga membangun pasar dan mall di tengah gurun sahara, untuk apakah gunanya membangun banyak insfratuktur negara jika rakyatnya masih miskin ?, Sangat aneh rasanya jika membangun mall ditengah hutan belantara, semegah apapun tetap tidak akan ada yang belanja karna masyarakat tidak mempunyai uang untuk datang ke mall itu. Tentunya, kemajuan negara harus diimbangi dengan kemajuan sumberdaya manusianya (Ekonomi Kerakyatan), dalam hal ini kaitannya dengan pabrik dan perusahaan yang nanti dibangun oleh para konglomerat.

Rencana Tak Amnesty dari presiden Jokowi ini membuat singapura terancam miskin dan melarat, bagaimanapun juga mereka membutuhkan uang simpanan dari Indonesia tersebut untuk membangun negaranya, belum lagi kesiapan adanya uang-uang yang berada di bank-bank Singapura, apakah uang tersebut benar-benar ada di kantong mereka ataukah tersimpan dalam sebuah aset dan investasi yang mereka tanam diberbagai lembaran saham dan perusahaan ?, tentu efeknya akan dahsyat luar biasa bila uang-uang dengan jumlah yang sangat besar tersebut dicabut serentak dan seketika, tidak hanya mengguncang ekonomi Singapura itu sendiri juga berdampak pada lamanya pemulihan perekonomian mereka.

 Maka, dengan segala daya upaya, Singapura akan mencegah limbungnya perekonomian mereka dengan segala cara termasuk menawarkan hak warga negara bagi para konglomerat Indonesia, tujuan mereka jelas, bahwa dengan memberi hak warga negara tersebut, Singapura bisa tetap menyimpan uang simpanan dari Indonesia agar lebih lama tinggal di Singapura, Presiden Jokowi tentunya mengetahui tujuan licik negara singapura itu, maka sebelum diterimanya hak warga negara Singapura, Presiden Jokowi harus sesegera mungkin mengesahkan undang-undang tak Amnesty kepada seluruh warga Indonesia agar uang triliunan Indonesia bisa segera pulang ke Indonesia dan membangun perekonomian demi kemajuan bangsa ini.

Sayangnya, Tax Amnesty dari presiden Jokowi ini tidak banyak dipahami orang, termasuk oleh pentolan partai PKS yang katanya saat ini sedang menjadi gembel di negeri antah berantah. Ya, Fahri Hamzah nyerocos, bagaimana mungkin Indonesia mengeluarkan Undang-undang Tax Amnesty untuk memulangkan duit-duit haram tersebut ?, Di kira Fahri Hamzah, semua uang yang tertanam di panama papers adalah duit haram hasil nyolong para pejabat negara, padahal duit-duit yang tersimpan di panama papers ataupun di Singapura tidak semuanya haram, sebab banyak dari pengusaha dan konglomerat juga menyimpan uang mereka. Fahri Hamzah berdalih bahwa Tax Amnesty harus ditolak mentah-mentah oleh para anggota DPR. Sekarang, jika tidak ada Tax Amnesty, lalu dengan apa negara ini dibangun? sedangkan pemerintah sangat membutuhkan kerjasama dari para konglomerat agar tidak terjadi ketimpangan ekonomi, sehingga tujuan pemerintah menjadi berhasil yakni munculnya kesejahteraan yang merata diseluruh lapisan masyarakat. (*) Selamat Menikmati Politik** (ak)

Sumber : kompasiana.com

Friday, May 6, 2016 - 09:30
Kategori Rubrik: