Jokowi Layak Jadi Bapak Infrastruktur

ilustrasi
Oleh : Suripman Prasetyo
 
Banyak tudingan sejumlah pihak yang kerap menyebut pembangunan infrastruktur yang digenjot pemerintah Joko Widodo berbau politis.
Tidak benar bahwa pembangunan infrastruktur yang digenjot pemerintah hanya digunakan sebagai alat untuk mendapatkan suara di Pilpres 2019.
Kalau Presiden, atau pak Jokowi ingin membangun hanya berorientasi pencapaian voters, untuk mencari suara pada 2019, pak Jokowi cukup membangun infrastruktur di Jawa
Faktanya setelah pilpres 2019 dan pak Jokowi terpilih kembali menjadi presiden daerah yang membuat suara pak Jokowi keok tetap menjadi prioritas pembangunan.
Sumatera barat misalnya pada pilpres 2019 suara pak Jokowi kalah telak dengan rivalnya Prabowo Subianto yakni : Prabowo- Sandi 85,95% dan pak Jokowi- Amin hanya 14,05% lalu di Aceh Prabowo 83,11 persen dan pak Jokowi 16,89%
Lantas apakah pak Jokowi akan menghentikan pembangunan didaerah beda pilihan ?
pembangunan tol Padang-Pekanbaru ( Sumbar ) tetap dilanjutkan hingga peresmian Tol pertama di Aceh
Soal anggaran yang terserap
Kita bandingkan dengan penggunaan anggaran pemerintah yang dipakai presiden Jokowi dengan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Terhitung selama SBY menjabat sebagai presiden selama 10 tahun (2005-2014), total infrastruktur yang dibangun menggunakan dana pemerintah pusat adalah senilai Rp 343,7
( Catatan 10 tahun SBY menjabat )
Sementara itu, 3 tahun Presiden Jokowi menjabat (2015-2017), dana yang dikeluarkan sudah mencapai Rp 235,5 triliun atau setara dengan 69% dari yang dicatatkan SBY selama 10 tahun.
( Catatan : 10 tahun SBY vs 3 tahun Jokowi )
Lebih efesien dan tepat sasaran pak Jokowi dan tidak ada proyek mangkrak.
Jadi fakta ini membuktikan bahwa pak Jokowi memang layak menjadi Bapak Infrastruktur Indonesia dan sepantasnya saya sebagai warganegara Indonesia patut mendukungnya
Sumber : Status Facebook Suripman Prasetyo
Monday, September 28, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: