Jokowi Korban Serangan Gaya Komunis

ilustrasi

Oleh : Rudi S Kamri

ISU yang paling menggerogoti dukungan terhadap Jokowi salah satunya adalah isu PKI. Isu ini mulai ditiupkan oleh kubu lawan Jokowi melalui media abal-abal Tabloid Obor Rakyat saat Pilpres 2014 lalu. Hasilnya sebagian masyarakat akar rumput yang daya nalarnya rendah tapi keras kepala terpengaruh dengan isu sampah tersebut.

Isu Jokowi PKI jelas-jelas isu sampah yang tidak ada dasarnya. Dari segi usia Jokowi dan dari rekam jejak keluarganya TIDAK SATUPUN MEMBUKTIKAN tuduhan keji tersebut. Namun isu sampah itu kembal didengungkan oleh kubu lawan Jokowi pada Pilpres 2019 ini. Dan herannya masih saja ada orang bodoh yang mau disesatkan dengan isu sesat tanpa dasar tersebut.

Sebenarnya logika orang waras mudah saja mematahkan fitnah dan HOAX tersebut. Pada waktu PKS dan Gerindra ikut mendukung pencalonan Jokowi saat menjadi Walikota Solo, isu PKI tidak pernah ada. Pun pula pada saat Gerindra mendukung Jokowi pada Pilgub DKI Jakarta 2012, isu PKI juga tidak pernah muncul.

Lalu mengapa saat Pilpres 2014 dan 2019 dimana PKS dan Gerindra menjadi lawan Jokowi isu sampah itu tiba-tiba muncul ?. Bagaimana mungkin orang bisa menjadi mendadak PKI ? Hanya orang bodoh atau yang sengaja dibodohkan yang tidak mampu mencerna logika sederhana ini.

Isu penyesatan informasi kepada masyarakat dan penyebaran berita bohong seperti yang terjadi saat ini adalah khas CARA KOMUNIS. Dan taktik licik perpaduan cara komunis gaya baru ala Propaganda Rusia dengan strategi menghalalkan segala cara ala Ikhwanul Muslimin inilah yang saat ini diterapkan oleh kubu lawan Jokowi.

Gaya kampanye ala komunis ini secara sistematis telah mereka doktrinkan kepada pasukan di lapangan. Contoh terbaru adalah gaya kampanye brutal yang dilakukan oleh emak-emak anggota PEPES binaan Fadli Zon. Sasaran serangan mereka adalah kelompok masyarakat yang minim wawasan, dangkal dalam berpikir dan gampang diprovokasi dan diadu domba.

Sedangkan sang aktor intelektual tetap duduk manis di Jakarta dan siap-siap melakukan PENGINGKARAN kalau pasukan lapangannya tertangkap. Gaya ini seperti film 'Mission Impossible'. Saat Ethan Hunt dkk misinya berhasil, sang Pemberi Perintah menikmati hasil namun kalau mereka tertangkap sang Pemberi Perintah akan mengingkari keberadaan mereka. Persis sama seperti yang dilakukan oleh Fadli Zon dkk saat ini bukan ?

Jadi dapat disimpulkan justru merekalah yaitu KUBU LAWAN Jokowi yang menggunakan CARA-CARA KOMUNIS untuk menyerang Jokowi. Jadi sebenarnya siapa yang komunis ?
Yang jelas BUKAN Jokowi !!!

Lalu apakah akan kita biarkan Jokowi berjuang sendiri menangkal serangan gaya komunis ini?
TIDAK !!!!

Kita harus sepenuh hati mendukung dan turun ke lapangan membantu Jokowi. Kita hampiri dan peluk masyarakat untuk kembali ke jalan yang benar. Kita rangkul mereka dengan kasih sayang agar mereka terhindar dari penyesatan informasi yang dilancarkan oleh kubu lawan Jokowi. Kita harus sampaikan keberhasilan pembangunan Indonesia di era kepemimpinan Jokowi. Dengan bahasa sederhana dan mudah dimengerti oleh masyarakat. Kita berikan gambaran hal-hal positif yang telah dilakukan oleh Jokowi kepada rakyat Indonesia. Juga perlu disampaikan program apa saja yang akan dilakukan oleh Jokowi selanjutnya.

Kita hadapi gaya komunis yang diterapkan kubu lawan Jokowi dengan pendekatan gaya Pancasilais yang mengedepankan empati sosial. Yakinlah kita optimis pasti menang !!!

Tidak ada cerita dalam versi apapun, kelompok penjahat akan menang, bukan ?

Salam SATU Indonesia, 
Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri

Thursday, February 28, 2019 - 08:00
Kategori Rubrik: