Jokowi Kirim Sinyal Lewat Bukber dengan TNI-Polri

 

Oleh: Hendro S . 

Jujur saja saya sempat merinding membaca berita ini di portal berita mainstream. Saya semakin sadar kenapa Jokowi lihai bermain kode politik. Tak heran jika banyak yang mengatakan bahwa Jokowi adalah berliannya Indonesia sama seperti Ahok. Pemimpin seperti mereka hanya bisa dihitung dengan jari jumlahnya di dunia.

Jokowi memang tipe pemimpin yang tidak menyerang secara frontal seperti lawannya dalam pilpres 2019. Jokowi bukan tipe emosian sampai gebrak – gebrak meja ataupun lempar – lemparan hengpong. Hahaha

 

Sikap Jokowi selama ini hanya adem ayem ketika menghadapi berbagai permasalahan. Tapi jangan sampai tertipu dengan sikap adem ayemnya. Jauh di dalam pikiran beliau, saya yakin sudah ada solusi serta siasat yang harus dijalankan dalam menghadapi berbagai situasi. Beliau adalah tipe pemikir dan pekerja keras.

Nah selain jago mikir dan kerja keras, Jokowi kerap memberi sinyal – sinyal politik yang amat kuat baik untuk kawan maupun lawan politiknya. Lihat saja bagaimana sidang MKD DPR terhadap Setya Novanto “ditertawakan” Jokowi dengan mengundang para pelawak ke Istana Merdeka.Hahaha

Itu hanya salah satu contoh kode keras Jokowi untuk para politisi di Tanah Air ini. Beliau sebenarnya hanya ingin memberikan wanti – wanti supaya mereka sadar bahwa beliau tahu apa yang mereka rencanakan. Beliau bukan tipe emosian ala kubu sana yang gebrak – gebrak meja.

Jokowi bagi saya adalah pribadi yang sangat sabar dalam menghadapi segala bentuk cacian maupun fitnahan dari segala penjuru. Beliau hanya menyerahkan segala sesuatunya kepada hukum yang berlaku. Beliau adalah pribadi yang taat hukum serta bersih dari noda hukum.

Kita semua yang dibuat ketar ketir dengan tanggal 22 Mei ini seakan dicoba tenangkan oleh Jokowi. Hari ini beliau mengadakan buka bersama TNI dan Polri di Monas. Ini adalah sinyal yang sangat kuat dari seorang pemimpin tertinggi negeri ini. Beliau ingin mereka – mereka yang koar – koar siap mati melihat dengan kepala serta mata mereka sendiri bahwa pemerintah, TNI dan Polri sudah siap mengamankan ibu kota.

Jokowi memberi pesan tersembunyi bahwa TNI dan Polri solid menjaga keutuhan NKRI dari para pembelot demokrasi yang haus kekuasaan. Jika saya pribadi mengartikan seperti ini. Kalian jual berapa pun harganya, saya borong semua. Hahaha

Gerombolan HTI serta ekstrimis garis keras tentunya dibuat panas dingin oleh sinyal Jokowi ini. Mereka – mereka yang dengan gagah beraninya menyatakan siap mati demi menolak hasil pleno KPU dibuat berpikir ulang ribuan kali jika tetap memaksakan kehendak mereka. Apa mereka akan takut?

Menurut saya para elitnya atau para penggagas ide inkonstitusional ini sudah ciut nyalinya. Lihat saja Amien Rais yang mengganti istilah people power menjadi gerakan kedaulatan rakyat. Bagaimana dengan grassroot di bawah? Saya sebenarnya sangat kasihan dengan mereka – mereka ini. Mereka seakan dikorbankan di garis depan. Para penggagasnya malahan ada yang melipir kabur atau di cokok Polri.

Tolong jangan dengan begitu mudahnya kalian mau dibodohi oleh para penunggang gelap. Coba suruh yang sering koar – koar itu maju duluan. Mana mau mereka. Menghadapi kasus hukum saja melipir kabur ke luar negeri. Hahaha

Saya sangat yakin kode Jokowi kali ini sangatlah keras untuk yang berencana membuat onar nantinya. Pokoknya saya tidak punya beban lagi 5 tahun ke depan. Saya ga bisa nyalon lagi jadi apapun yang terbaik bagi bangsa dan negara ini akan saya lakukan. Kira – kira seperti itulah pesan Jokowi. Kalian mau coba silakan.

Saya hanya ingin mengingatkan bahwa TNI dan Polri di bawah pemerintahan Jokowi itu bukan seperti pemerintahan sebelum – sebelumnya yang penuh dengan pertikaian. Lihat saja bagaimana Kapolri dan Panglima TNI yang begitu mesra bekerja sama menjaga NKRI. Mungkin ada beberapa komando di bawah yang masih saling tidak suka tapi yang namanya komando dari atas harus dilaksananakan tanpa bantahan sedikitpun.

Satu hal lagi untuk Pak Jokowi, Pak Tito dan Pak Hadi, kami rakyat yang selama ini masih diam seribu bahasa dan mencoba sabar berada di belakang pemerintah, Polri dan TNI. Kami juga bisa menggerakkan people power ala kami jika kami dibutuhkan. Kami hidup di NKRI. Kami pun siap mati demi NKRI.

Kami masih menahan diri agar tidak terjadi pertikaian antar sesama anak bangsa. Kami masih yakin dengan Polri dan TNI kami dalam menjaga keamanan NKRI namun kami siap kapanpun diminta untuk membela ibu pertiwi. Kami akan berjuang demi Indonesia Raya dan Jaya. Merdeka.

NKRI harga Mati

 
Friday, May 17, 2019 - 07:30
Kategori Rubrik: