Jokowi Di Vaksin Duluan Agar Rakyat Percaya

ilustrasi
Oleh : Ainur Rofiq Al Amin
Ada dai dan tokoh bilang agar Jokowi divaksin duluan dengan alasan supaya
rakyat percaya.Tentu statemen tersebut bisa dipertanyakan:
1. Nalar hukum positif mana yang dipakai bahwa pemimpin harus maju duluan?
2. Nalar ajaran agama yang bagaimana yang mengharuskan pemimpin negara harus maju duluan terus dalam hal praktis?
4. Nalar kesehatan yang mana juga yang mengharuskan presiden maju duluan?
5. Nanti bila ada perang atau bencana alam, dan lainnya, apakah kepala negara disuruh maju duluan?
6. Kesemua hal di atas adalah nalar oposisi (baik tokoh agama maupun politikus). Mereka kadung terlatih bicara, maka bila tidak bicara mungkin rasanya gatal.
7. Saya bukan pembela mati-matian Jokowi. Jokowi kalau tidak tepat ya dikritik..... tapi masak tidak pernah mengapresiasinya.
8. Mari kita diskusikan statemen dari seorang da'i agar Jokowi divaksin duluan dengan alasan agar rakyat percaya.
A. Saya yakin Jokowi tidak takut kalau divaksin duluan.
B. Sejatinya, menyuruh Jokowi divaksin duluan artinya terbersit rasa tidak percaya atas usaha pemerintah terkait vaksin
C. Apakah tidak lebih baik bagi para dai dan politisi yang ragu supaya tidak minta divaksin saja.
D. Sebenarnya orang yang tidak percaya atas usaha pemerintah terkait vaksin tentu lebih sedikit, dan itu sangat mungkin adalah sisa-sisa pilpres yang masih melekat dalam hati dan jiwa. Rakyat nampaknya kayak diolah agar ragu dengan disebar info tidak jelas atas korona termasuk korona tentara Allah. Lalu terbaru dilanjutkan info meragukan atas vaksin termasuk isu vaksin mengubah DNA manusia.
Padahal vaksin adalah masalah kesehatan, yang berhak mendebatkan atas kualitas vaksin ya ahli kesehatan, bukan yang lain.
E. Andaikan tubuh Jokowi cocok atau tidak ada efek samping setelah divaksin, apakah pasti vaksin itu 100 persen juga cocok untuk seluruh kalangan? Atau sebaliknya, andaikan tubuh Jokowi tidak cocok atau ada efek samping setelah divaksin, apakah juga ukuran bahwa 100 persen seluruh rakyat juga tidak cocok. Adakah obat atau vaksin yang 100 persen cocok tanpa efek samping untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa ada reaksi "tidak lazim" pada beberapa orang tertentu? Monggo yang pakar kesehatan mengoreksi bila salah!
F. Jagalah hati, janganlah dai menjadi oposisi
Jagalah hati, agar kita semua satu hati..
***
Suatu waktu memberi "vaksin" untuk melawan ideologi radikal bersama Gus Ghofur Maimoen
 
Sumber : Status Facebook Ainur Rofiq Al Amin
Friday, December 18, 2020 - 15:15
Kategori Rubrik: