Jokowi Dapek Minangkabau

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Lawatan Jokowi ke Ranah Minang bisa dilihat sebagai serangan tajam karena itu menghujam bagi siapapun atau partai manapun yang ingin menjadikan Sumatra Barat sebagai "propinsi bebas Jokowi." Jika dahulu di 2014, Jokowi kalah telak 23,1persen, di tahun depan perolehan suara sebesar itu sangat mungkin adalah perolehan suara pesaing Jokowi.

Sambutan meriah rakyat Solok, daerah yang sempat digegerkan oleh persekusi seorang dokter wanita, menjadi bukti bahwa simpati luas terhadap Jokowi tidak disangsikan lagi. Pekatnya isu SARA dijernihkan oleh perilaku bersahaja seorang Kepala Negara.

Ruas jalan yang menghubungkan propinsi ini dengan Riau adalah nadi yang selalu mendenyutkan jantung dukungan untuk mulus ditahun depan. Yang juga menghempaskan suara perlawanan yang memakai isu agama dan perkauman. Termasuk di Minang.

Sambutan meriah di bumi "Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah" ini telah membuktikan bahwa pelintiran isu agama dengan mudah dilalui oleh Jokowi yang juga akan berimbas ke daerah-daerah lain yang dilanda pengaruh perilaku jahiliyah itu.

Dalam konteks ini, ocehan penceramah dobol seperti sogok syariah atau mengkhayalkan surga laksana kompleks pelacuran dengan12 ribu bidadari di langit ketujuh, makin menguatkan dukungan terhadap Jokowi. Isu agama tidak akan laku lagi. Dia membusuk di kaki Jokowi.

Ocehan mereka yang mengklaim dirinya sebagai ulama tapi menjerumuskan, jelas diperlakukan bak kentut yang baunya busuk sekali.

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Wednesday, February 14, 2018 - 14:45
Kategori Rubrik: