Jokowi dan Siti Aisyah; Saat Negara Hadir Melindungi Warganya

Oleh: Dahono Prasetyo

Kasus pembunuhan Kim Jong Nam di Malaysia yang melibatkan Siti Aisyah, WNI asal Serang, Banten hari ini menjalani babak baru. Siti Aisyah dibebaskan dari dakwaan atas inisiatif dan kepedulian Jokowi melalui Kemenkumham yang melobby Jaksa Agung Malaysia. Kim Jong Nam bukan orang biasa, dia adalah anak penguasa Korea Utara mendiang Kim Jong Il yang sekaligus kakak tiri dari Pemimpin Korea Utara saat ini Kim Jong Un.

Bahwa membebaskan terdakwa dari tuntutan hukum kasus pembunuhan bukan sebuah upaya mudah. Hukum yang berlaku di negara tempat kejadian perkara berlaku absolute dan tidak dapat diintervensi oleh Negara manapun. Namun Jokowi bersama Kemenkumham berupaya semaksimal mungkin atas kasus skandal pembunuh bayaran lintas negara yang melibatkan salah seorang WNI. Atas masukan beberapa pakar hukum Internasional Jokowi menyimpulkan Siti Aisyah hanyalah korban konspirasi intelejen Korea Utara yang memperalatnya untuk melakukan eksekusi pembunuhan berdalih acara reality show. Dasar hukum itulah yang mendasari pengajuan pembebasan tanpa syarat yang akhirnya dikabulkan pihak berwenang Malaysia.

 

 

Jokowi berkomitmen kuat melindungi setiap warga negaranya tanpa terkecuali, dengan mengedepankan upaya keadilan dan kemanusiaan. Seorang Presiden yang sedetil itu berkeinginan hadir membela rakyatnya atas ketidak adilan yang terjadi di negara lain. Siti Aisyah hanyalah satu dari 269 juta warga negara Indonesia yang sedang diperhatikan Jokowi. Namun bukan berarti 268.999.999 warga lainnya tidak diperdulikan Jokowi.

Negara wajib hadir menyelamatkan warganya, bahkan bayi yang masih dalam kandunganpun berhak mendapatkan jaminan kehidupan dengan sarana dan fasilitas yang disediakan negara. Jokowi sedang memberi contoh bagaimana seorang pemimpin bekerja dengan kemanusiaan, bukan dengan kekuasaan.

Dan satu persatu kerja Jokowi membuahkan hasil demi mempertebal kepercayaan rakyat kepada pemimpinnya. Pemimpin yang dicintai rakyatnya dan disegani pemimpin negara lain.

#JokowiLebihBaik

Monday, March 11, 2019 - 14:45
Kategori Rubrik: