Jokowi dan Demokrat

Oleh: Erizeli Bandaro

 

Yang menjadi ganjalan serius selama ini bagi Jokowi adalah hubungan yang tidak begitu harmonis antara PDIP dan PD. Antara Jokowi dan SBY tidak ada masalah. Tetapi berlalunya waktu dan sikap negarawan ibu Mega dan SBY akhirnya keduanya bisa kembali harmonis.

Dengan sikap SBY yang memberikan sinyal bahwa PD bukan tidak mungkin berkoalisi mendukung Jokowi , menunjukkan sikap cerdas SBY menggunakan momentum ditengah situasi politik menjelang 2019. Mengapa ? SBY ingin membesarkan PD ditengah keterpurukan akibat dihantam badai oleh kader nya yang korup. Kalau PD berada di luar sebagai oposisi maka akan semakin menyulitkan upaya SBY membuat PD bertahan dalam posisi 5 besar partai.

 

Apalagi PS tetap dengan agenda lamanya capres makanya koalisi dengan PS justru akan bunuh diri bagi PD. Sementara koalisi dengan Jokowi jelas sekali bahwa platform pembangunan yang sekarang di lakukan Jokowi adalah platform SBY. Jadi secara agenda nasional apa yang dilakukan Jokowi adalah juga agenda PD. Disamping itu pihak selain Jokowi tidak ada agenda yang bernilai lebih daripada apa yang sudah di kerjakan Jokowi.

Agenda agama atau primordial sebagai resep merebut suara rakyat tidak lagi punya magnit besar. Terutama dengan adanya ketentuan KPU yang melarang membawa atribut agama atau tokoh dalam kampanye. Sikap PKS yang menolak mendekat kepada Jokowi tidak mendapat tanggapan serius dari partai islam lainnya.

Lantas apa yang menarik dari cara Jokowi menyelesaikan konplik dan akhirnya berhasil menaklukan hati lawan ? Teman saya mengatakan dengan nada satire bahwa Jokowi sama dengan Xi Jinping dimana lawan ditaklukkan melalui KPK. Dan dari sana Jokowi mulai membangun dialogh dengan elite partai untuk terjadinya rekonsiliasi politik yang lebih beretika, bermoral dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya karana sikap yang mau terbuka dan mendengar, akhirnya Jokowi bisa meyakinkan semua pihak bahwa dia seorang Demokrat, bukan otoriter. Dengan demikian lawan mendekat dan teman merapat. Semuanya indah pada akhirnya. Karena kebencian tidak dibalas kebencian tapi cinta.

Pahamkan sayang

 

(Sumber: Fanpage Diskusi dengan Babo)

Tuesday, March 13, 2018 - 01:30
Kategori Rubrik: