Jokowi dalam Gempuran Serigala Bajingan

Oleh: Cristian Pundulay

 

Jangan biarkan Jokowi berjalan sendiri.
Malam ini, di sudut remang kegetiran, amarah yang tak bisa tersalurkan, gamang untuk mengungkap, apa yang sebenarnya terjadi.

Duka tragedi nduga biarlah membekas erat dalam jiwa manusia Indonesia, bahwa kita masih tertatih menuju Indonesia yang lebih baik, Indonésia yang hebat dan menjaga kemerdekaan negara kita tercinta.

 

 

Begitu hitam dan penuh nodanya permainan politik dan kepentingan imperialis di negara ini, semua berlomba mengadu domba, semua berpacu menebar kekacauan, semua mencoba bermain curang demi keuntungan dan kekuasaan.

Tak peduli, anak bangsa ini mati, tak peduli rakyat ini saling caci, tak peduli masyarakat saling berbuat keji, tak peduli apakah negeri ini akan hancur dan porak poranda. Yang mereka perdulikan adalah KEUNTUNGAN DAN KEKUASAAN untuk pribadi dan golongannya.

Anak bangsa Ibu Pertiwi, menjeritlah dengan kencang, teriaklah tanpa gamang, bicaralah dengan lantang, kobarkan semangat kemerdekaan. Mari kita rawat dan kita jaga semua warisan para pejuang kemerdekaan !.

Negeri ini dalam kebingungan apakah akan bertahan hidup atau segera 2030 mati.!!

Papua ku sayang, papua ku malang.
Kapankah berakhir genderang perang ini.? Please, kita sayang kalian semua.

Sebutlah mutiara hitam, si cendrawasih mempesona, marilah kita saling bergenggam, dengan rajutan kasih nusantara.

Berpuluh tahun lamanya si hitam terlantar, dipecundangi penguasa yang haus kekuasaan, dirampok dan diperkosa tanpa ampun, dijarah dan biarkan hidup dalam kondisi tak berdaya. Tertinggal dan marjinal, miskin dan terbuang di tengah lautan emas kekayaan.!

Kini. Sesosok pria yang lahir dari rahim rakyat jelata, memeluk dan "memohon ampun" atas dosa penguasa di masa lalu, dia abdikan diri dan jiwanya, agar sihitam tidak lagi di pandang sebelah mata. Dia penuh jalankan nawa cita kita bernegara, adil dan makmur damai dan sentosa, menciptakan kesejejahteraan yg merata.

Beri dia kesempatan, beri dia waktu untuk menjalankan, beri dia ruang untuk membuktikan. Selagi dia masih punya kuasa. Agar luka yang tengah bernanah itu di lihat semua orang bahwa dulu penguasa negeri ini sangatlah bajingan.!

Aku berdiri bersamanya, bukan berbalik karena uang dan tawaran. Tapi ku tahu kawan. Lepaspun kalian di hari ini, si anjing hitam digdaya sang pencipta kehancuran banyak negara akan melahap mu. Ku tahu kawan, si singa kecil nan licik akan semakin mencekik kehidupan mu, ku tahu kawan, si kanguru akan berkuasa atas hidup mu, kalian akan mati dan lenyap, entitasmu akan tereliminasi dan binasa seperti mereka mengeliminasi aborigin di benua sana, ku tahu kawan, si ratu mahkota daratan eropa sana, hanya akan menjadikan kalian sebagai budak budak terendah dalam nilai kamanusiaan.

Mari kita bicara lantang, tentang Vanuatu negara miskin dan terbelakang, negara pasifik yang selalu ikut campur urusan kita, mereka hanya di jadikan tukang sorak soriak oleh kumpulan negara perongrong dan pencipta perang.!.

Saya mencintai kalian mutiara hitam ku.
Seperti saya mencintai pemimpin negeri ini, yang tengah menebus semua dosa dosa nan lampau, dosa para bajingan itu.

Saya akan terus bersama kalian.
Dan juga akan terus berdiri bersama pemimpin negeri ini.

Saya tidak akan meninggalkan kalian kawan ku. Seperti saya yg tidak akan pernah membiarkan pemimpin negeri ini berjalan sendiri dengan semua nawa cita nya yang suci itu.

Percaya lah mutiara hitamku, ia berjuang untuk kemerdekaan hak-hak kemanusiaan, ia berjuang untuk mengurangi rasa pedih yang kawan alami dan itu tujuan yang sama bagi kita semua.

Kawan..

Saya bersama Jokowi, saya harap kalian juga. Memang berat, tapi bersama kalian, saya yakin Jokowi bisa. 
Jangan biarkan dia berjalan sendiri ditengah desakan banyak pihak, baik yang terlihat maupun tidak.

Satu kata. LAWAAAN ! para pemecah belah negeri ini.

Love You Papua Ku, Love You Mutiara Hitam ku. Maaf untuk luka yang pernah kalian alami. 
Tong sama, mari pulang tong Indonesia. 

 

(Sumber: Facebook Cristian PUndulay)

Monday, December 10, 2018 - 22:15
Kategori Rubrik: