Jokowi Cemen?

Sebagai orang Jawa, Jokowi suka beri tanda, ‘perlambang’. Bahwa dia sudah kerepotan. Beri tanda samar2 pada kita, dengan pengangkatan kedua pejabat itu. Termasuk pengangkatan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan.

‘Nih ! Saya sampek minta2 ‘bantuan’, gimana kalian ?’ Mungkin begitu maksud Jokowi.

Tapi respon kita tetep saja juga. Malah ngejek Jokowi salah milih partner. Lembek. Dan nggrundêl, karena Menteri Agama bukan orang NU, wapres bukan Mahfud MD, Menhan kok Prabowo . . .

‘Pasukan’ NKRI ber Pancasila itu sak hohah, namun hadapi ‘musuh’, yang sering kita ejek cumak segelintir, ndak bisa apa2. Tak berdaya. Loyo cuma karena meterai. Takut pada bendera hitam putih, katanya bendera Nabi.

Cuma mampu dan bisanya bertahan. Defensif. Kayak taktik sepakbola Italia jaman dulu, Catenaccio.

Kalau jaman Nabi dulu pakai taktik Perang Khandaq. Karena pasukan Islam cuma 3000 orang, musuh punya 10 ribu, bahkan lebih, maka bikin parit, khandaq, sekitar kota Madinah. Supaya musuh ndak bisa menyerang masuk. Mereka bertahan dalam kota.

Setelah 15 hari pasukan Muslim dikepung, musuh pada buyar. Konon datang angin topan. Porak porandakan perkemahan, sekaligus gudang2 perbekalan. Balik kucing lah mereka. Pulang ke Mekkah . . .

Itu karena Nabi punya jumlah pasukan yang lebih sedikit, bisa dimaklumi. Lha ini, ‘kita’ punya jauh lebih banyak daripada musuh, kok pakai taktik bertahan. Harusnya ya serbu dan serang.

Memang Nabi pakai taktik perang Khandaq atau perjanjian Hudaibiyah. Tapi kalau ndak lewati perang Uhud atau perang Badar, dan perang2 lain, ya Mekkah ndak mungkin bisa ditaklukkan. Kakbah pun masih dipenuhi para berhala. Berhala patung diam ataupun berhala yang bisa kênthut . . .

Nah, ‘kita’ pun harus begitu. Lawan ! Serang ! Kalau ndak mau ribut, bikin gaduh, ganggu stabilitas nasional, masak ndak bisa dengan cara senyap.

Santhèt kèk, atau bacakan ‘kulhu sungsang’, atau apa. Kita orang kan banyak yang mengaku sakti . . .

Nah ! Siapa bilang Jokowi cemen ? Ngaca dulu . . .

Sumber : Status Facebook Harun Iskandar

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *