Jokowi "Anti Islam", Itu Politisasi Konyol

Ilustrasi

Oleh : Wahyu Sutono

Ketika lawan-lawan politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) berusaha membenturkan Jokowi dengan umat Islam, bahkan ada yang dengan konyolnya memfitnah Jokowi sebagai presiden yang Anti Islam, Jokowi menjawabnya dengan kemesraan dengan para ulama dan santri di seluruh Indonesia, bahkan menetapkan adanya 'Hari Santri Nasional'.

Jokowi bukan sekedar berkunjung dan menghormati para ulama besar, namun kerap urun rembug guna meningkatkan nilai-nilai ke-Islam-an di Indonesia. Bahkan beliau lakukan ke negara Islam di seluruh dunia, sambil mencontohkan keberagaman yang luar biasa di Indonesia. Jadi sungguhlah picik bila masih ada yang meragukan ke-Islam-an Jokowi, apalagi hingga menuduh Jokowi itu anti Islam. Sangat mungkin justru mereka yang menuduh seperti itulah yang Islamnya diragukan.

Bukti kedekatan itu terlihat saat Jokowi menghadiri langsung Haul Majemuk Masyayikh di Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, pada hari Sabtu, 3 Februari 2018. Pada kesempatan itu Jokowi menyatakan kekagumannya terhadap sosok almarhum Kiai As'ad Syamsul Arifin, salah satu ulama besar yang menjadi kebanggaan Tanah Air.

Karena Jokowi menilai semangat yang tertuang dalam pemikiran Kiai Syamsul Arifin dalam berdakwah untuk bangsa dan negara, hingga pemerintah memberikan penghargaan tinggi kepada almarhum Kiai As'ad Syamsul Arifin berupa gelar pahlawan nasional pada tahun 2016 yang lalu. Selain itu, keberagaman dan kemajemukan Indonesia yang sampai saat ini masih terjaga dengan baik juga tak lepas dari peran serta almarhum Kiai As'ad Syamsul Arifin bersama para ulama lainnya.

Jokowi katakan bahwa dunia melihat bagaimana di Indonesia Islam menjadi agama rahmatan lil alamin dan bagaimana umat Islam menjaga ukhuwah islamiyah, wathoniah, dan basariah kita,. Jokowi juga menceritakan kunjungannya ke Afghanistan beberapa waktu yang lalu. Meskipun sempat dilanda perasaan takut, namun berhasil dikalahkan dengan tekad kuat untuk membangun hubungan yang lebih baik antara Indonesia dengan negara-negara lain.

Ini bukan urusan takut tapi ini urusan membangun ukhuwah kita. Kita juga ingin membangun perdamaian umat, membangun ukhuwah basariah kita ke negara-negara lain, tutur Jokowi. Oleh karena itu, Jokowi tak lupa menitipkan pesan kepada para ulama, kiai, santri, dan masyarakat di seluruh Indonesia untuk terus menjaga dan mensyukuri kodrat bangsa Indonesia yang hidup dalam kemajemukan dan keberagaman.

"Salam Islam Damai Untuk NKRI Gemilang"

Sumber : Status Facebook Wahyu Sutono

 

Tuesday, February 6, 2018 - 16:00
Kategori Rubrik: