Jokowi, Antara Politik Harapan Casual dan Milenial

Ilustrasi

Oleh : Awan Kurniawan

Seorang Pemimpin besar dengan jeans belel, penuh bordiran mengutak- atik sepeda motor rakitan. Lalu mengendarainya dengan gaya cassual ala Dillan. Itulah Jokowi dalam video ini.

Ia mampu bergaya lintas jaman. Hari ini ia tampil sebagai santri yang patuh ikut mengawal Kyai, besoknya ia tampil d hadapan CEO kelas dunia dengan presentasi mengundang decak kagum, besoknya lagi ia tampil sebagai kakek yang momong cucunya. Lain kali ia tampil sebagai kepala negara mengatur birokrasi menggenjot ekonomi membangun harapan. Ia hadir dilintas jaman.

Bagi saya yang masuk dalam barisan millenial ini (sedikit batuk), saya percaya Jokowi adalah jawaban doa kami kaum muda yang ingin negeri ini jauh lebih baik lagi.

Rupanya saya tidak sendiri. Hasil survei lembaga kajian Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan mayoritas generasi milenial berusia 17-29 tahun optimistis terhadap pemerintahan Presiden Jokowi Widodo.

Dari survei terhadap 1.000 responden yang terdiri atas generasi milenial (17-29 tahun) dan generasi non-milenial (30 tahun ke atas) di 34 provinsi diketahui sebanyak 75,3 persen generasi milenial optimistis terhadap pemerintahan.

Sejalan dengan optimisme tersebut, tingkat kebahagiaan generasi milenial saat ini juga sangat tinggi mencapai 91,2 persen atau lebih tinggi dibandingkan generasi non-milenial sebesar 89,3 persen.

Generasi berusia 17-29 tahun umumnya jauh lebih melek teknologi dibandingkan generasi usia 30 tahun ke atas. Selain itu generasi milenial juga lebih banyak mengakses ke media sosial ketimbang surat kabar.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun lalu menyebutkan total pengguna internet di Indonesia berjumlah 132,7 juta orang. Sementara 18,4 persennya adalah akun yang dikelola remaja berusia 10-24 tahun.

Kaum millenial mudah sekali mengubah pilihannya dan mudah terbawa pengaruh seperti keluarga, teman bahkan media-media. Apalagi, masih banyak pandangan pemuda yang berpandangan bahwa politik itu kotor. Tapi Jokowi sukses menggaet mereka.

Joko Widodo berhasil masuk kedalam segmen kaum millenial, terutama masuk kedalam musik, hobi atau olahraga, bahkan film sekalipun. Jokowi sangat tau apa yang menjadi hobi dan kebiasaan mereka, yang belum dilakukan oleh kompetitornya.

Meskipun dia belum mengetahui apa saja keinginan dari kaum millenial, akan tetapi dengan memasuki wilayah kesuakaan dan membuat Jokowi mudah terkoneksi dengan generasi millennial. Terbukti yang dilakukan Jokowi cukup berhasil dalam mengambil empati dari dari kaum millennial.

Jokowi adalah rajikan dua generasi. Ia sukses memadukan etos kerja Millenial dan sikap ngemong kebapakan. Lebih dari itu ia mampu menerjemahkan satu kata "Harapan" kata ampuh, mantra sihir perubahan.

Jokowi, kepadamu kami percaya.

#JokowiMomotoran
#JokowiKukurusukann

Sumber : Status Facebook Awan Kurniawan

Sunday, April 8, 2018 - 14:15
Kategori Rubrik: