Jokowi, Anies dan Corona

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat Lc MA

Yang satu, namanya Jokowi bekerja sangat cepat, jika ditulis apa yang sudah dilakukannya 2 minggu ini perlu berlembar-lembar untuk merincinya. Salah satu contohnya Rapid test, satu Provinsi saja segitu banyak. Se Indonesia. Belum yang lain-lain.

Satu lagi namananya ANIS, nulis surat dan membagikannya ke tenaga medis.

Responnya berbeda, yang pertama tetap dicemooh anak PKI, antek China, Presiden boneka, dll. Sementara yg namanya Anis, tahu sendiri lah, responnya masya Allah: "Bapak Terbaik", "Respect", "Gubernur Rasa Presiden". Dll.

Oh ya postingan semalam soal Jokowi Anis saya privat gak kuat sama cacian fans Anis. Anis di kritik mereka komplain katanya keduanya putra terbaik bangsa, giliran Jokowi, Ibunya dicaci maki, atau keluarganya dihujat, "akun-akun bijak" ini gak pernah nongol.

Kebencian atas nama agama dari jaman Mukhtar al-Tsaqafiy, Hajaj bin Yusuf, Abul Abbas al-Safah, Yazid bin Muawiyah, Abdurahman Muljim, dll memang butuh Induk semang.

Jadi sebenarnya bukan soal personnya, Jokowi, Prabowo, Anis, tapi siapa setelah Prabowo yang bisa jadi induk semang kebencian mereka, ya Anis.

Tidak semua kebijakan Pak Jokowi saya sukai, tapi setidaknya Pak Jokowi dicintai banyak orang bukan karena menjadi tempat pelarian dari kebencian kepada yang lain.

Itu yang membedakan sosoknya dari yang lain.

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Saturday, March 28, 2020 - 11:30
Kategori Rubrik: