Jokowi Adalah Lelaki Sejati Bukan Tulang Lunak

ilustrasi

Oleh : Rudi S Kamri

Pada Senin, 11 Februari lalu alhamdulilah saya berkesempactan menghadiri acara gala dinner yang diadakan oleh TKN Jokowi-MA di Hotel Pullman Jakarta. Pada acara yang dihadiri oleh Presiden Jokowi tersebut juga hadir sekitar 1.000 orang pengusaha papan atas dari seluruh Indonesia (tidak termasuk saya). Tampak hadir mendampingi Presiden Jokowi beberapa Menteri Kabinet Kerja dan beberapa Gubernur antara lain Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil dan lain-lain.

Ada yang membuat saya terharu dan bangga saat mendengar informasi dari Paspampres bahwa sebelum memasuki tempat acara, Presiden Jokowi sempat melakukan ibadah sholat magrib dulu di mushola hotel dan menyempatkan diri untuk berbuka puasa dengan hanya meminum seteguk air mineral. Karena kebetulan acara kemaren jatuh pada hari Senin dan seperti kita tahu Presiden Jokowi tidak pernah ketinggalan melakukan ibadah puasa sunnah Senin - Kamis.

Pada saat memasuki tempat acara, bukan Jokowi kalau tidak membuat Paspampres kelabakan. Meskipun sudah disiapkan jalur khusus karpet merah, tetap saja beliau keluar jalur protokoler dan datang menghampiri para tamu undangan. Tentu saja membuat tamu histeris dan semakin heboh meneriakkan nama beliau. Dan di tengah kerumunan orang yang berjubel, beliau tetap dengan sabar DAN SELALU TERSENYUM meladeni foto selfie para undangan, termasuk saya. Bahkan beliau sempat menegur Paspampres yang dianggap terlalu ketat menghalangi para undangan yang ingin dekat dengan Presiden.

Yang membuat saya terharu, sama dengan kelompok masyarakat yang lain para Boss perusahaan besar baik laki dan perempuan begitu antusias berdesak-desakan berebut ingin salaman dan berfoto dengan Presiden. Dan saat mereka berhasil salaman dan berfoto dengan Presiden Jokowi, aura kepuasan dan kegembiraan terpancar di wajah mereka. Bahkan ada seorang pengusaha perempuan terlihat menangis bahagia saat dia memamerkan foto selfie-nya dengan Presiden.

Meskipun semua foto terlihat tidak ada yang sempurna dan agak goyang karena suasana yang ramai dan berdesak-desakan, mereka tetap terlihat sangat bahagia dan bangga. Termasuk saya.

Saat saya bersalaman dengan beliau, saya hanya sempat mengucapkan kata "Sehat ya Pak". beliau menjawab "Aamiin, terimakasiih" dengan senyum yang tidak pernah lepas dari bibirnya. Ini untuk pertama kali saya bisa melihat dan bertatap muka dengan beliau. Aura wajah beliau terlihat sangat tulus dan rendah hati. Meskipun ada guratan kelelahan di wajahnya, beliau selalu menatap wajah setiap orang yang bersalaman dengan beliau. Ini tanda orang yang menghormati orang lain.

Saat berpidato dengan gaya khas beliau selalu bersemangat memompa kebanggaan "keindonesiaan" kami semua. Semua materi pidatonya selalu penuh optimisme dan berulang-ulang beliau menekankan bahwa Indonesia itu negara besar dan kita harus semangat dan optimis terhadap masa depan Indonesia. Bahkan dengan mengutip prediksi dari lembaga rating internasional, beliau mengatakan bahwa pada tahun 2045 nanti Indonesia akan menempati urutan ke-4 negara dengan ekonomi terkuat di dunia.

Namun ada yang membuat kami para undangan tercekat terharu saat beliau mengatakan :
"Tugas saya sebagai seorang Bapak dalam menghantarkan anak-anak saya menjadi mandiri sudah selesai. Saya cukup puas anak saya jualan martabak. Saya bangga anak saya jualan pisang goreng. Kini saatnya saya akan gunakan seluruh pikiran dan tenaga saya untuk memakmurkan rakyat Indonesia".

Pada kesempatan lain beliau mengatakan :
"Kalau Allah menghendaki dan mengijinkan saya untuk menjabat pada 5 tahun ke depan, saya akan gunakan seluruh reputasi saya, saya akan gunakan seluruh kewenangan saya untuk fokus menyejahterakan rakyat dan membuat Indonesia maju dan kuat dalam segala bidang".

Semua undangan berdiri dan bertepuk tangan bergemuruh untuk waktu yang cukup lama.

Saat kami pulang, sahabat saya bilang : "Beliau orang baik. Hanya orang jahat yang tidak mau memilih beliau menjadi pemimpin Indonesia".

Saya setuju. Dan puji Tuhan saya bukan termasuk orang jahat yang selalu memaki dan memfitnah beliau.

Jokowi adalah LELAKI SEJATI !!!
BUKAN tipikal lelaki tulang lunak yang selalu berlindung di balik ketek ibunya.

Salam SATU Indonesia,
Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri

Sunday, February 17, 2019 - 14:45
Kategori Rubrik: