Joko Widodo Minta Relawan Tahan Diri Jelang Pilgub DKI

Ilustrasi

Redaksi Indonesia - Joko Widodo meminta agar segenap jaringan relawan menahan diri dalam menghadapi Pilgub DKI 2017 mendatang demi kepentingan yang lebih besar. “Tanpa menahan diri, isu seputar DKI akan dimanfaatkan pihak lain yang memang menghendaki nama Joko Widodo atau Ahok jatuh. Dan kita tahu siapa pihak lain itu” tegas orang dekat Joko Widodo kepada Redaksi Indonesia Minggu (25/6).

Seperti kita tahu pertarungan Pilkada DKI sebentar lagi akan segera digelar namun sepertinya banyak pihak yang memiliki kepentingan kuat. Kenapa begitu? Secara matematika Gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama memiliki posisi sangat kuat. Hal ini tidak hanya didasarkan perolehan pengumpulan KTP warga DKI oleh teman Ahok namun baik dari kalangan artis maupun parpol sudah merapat.

Setelah Partai Nasional Demokrat, Partai Hati Nurani Rakyat dan terakhir Golkar sudah firm mendukung Basuki alias Ahok. Padahal akhir-akhir ini santer berhembus kabar negative ke kubu Teman Ahok melalui pemberitaan Tempo edisi 20-26 Juni 2016 tentang “Duit Reklamasi Untuk Teman-Teman Ahok”.

Hembusan keras ke Gubernur pengganti Joko Widodo ini tidak sekedar kasus reklamasi, namun juga kasus pembelian RS Sumber Waras, Luar Batang dan masih banyak yang lainnya. Meski hingga saat ini belum ada satu bukti konrkit yang bisa digunakan penegak hukum untuk menjerat pria asli Bangka Belitung ini.

Selain itu, belum adanya calon lain yang mendeklarasikan diri sebagai calon independen maupun partai politik yang mengajukan cagub semakin menunjukkan posisi Ahok tak tertandingi. Hanya saja karena berniat maju dari jalur independen, dia kini jadi sasaran tembak beramai-ramai. BPK ngotot audit keuangan RS Sumber Waras harus ditindaklanjuti sedangkan hasil penyidikan KPK menegaskan belum ada bukti kerugian Negara pada proses pembelian RS Sumber Waras.

Sebelumnya Adian Napitupulu mengklaim bahwa Presiden menginginkan Ahok maju dari Partai Politik. Namun klaim ini kemudian banyak yang membantah dan disinyalir merupakan upaya penggiringan agar Ahok maju dari PDIP. Ahok sendiri dalam berbagai kesempatan tetap menegaskan berkomitmen dengan Teman Ahok untuk maju sebagai calon independen. Apalagi kini sudah terkumpul 1 juta KTP. Sayangnya, kini giliran Teman Ahok yang kena isu rasuah seperti pemberitaan Tempo.

Jum’at malam tersiar kabar Presiden Joko Widodo memanggil 10 orang coordinator komunitas relawan ke Istana terkait Pilgub DKI. Mereka itu adalah Budi (Projo), Kartika (Jasmev), Taki (KIB),  Sihol (BaraJP), Yamin (Seknas), Junaidi (RPJB), Noel (Jonan), Fendi (Pospera),  Hendrik (Almisbat) dan Fersi (Posraya). Dalam pertemuan tersebut, presiden menyampaikan beberapa hal penting.

Pertama, presiden mengumpulkan mereka untuk merespon pertemuan di Hotel Alia. Kedua, meminta relawan menahan diri dulu untuk urusan Pilgub demi kepentingan yang lebih besar. Ketiga, Presiden akan mengagendakan buka puasa bersama atau halal bi halal dengan relawan (soal Pilgub). Saat bertemu dengan relawan, Joko Widodo didampingi oleh Sekretaris Pribadi, Anggit.

Memang saat ini banyak berhembus beragam kabar yang kebenarannya masih perlu diuji lagi. Yang jelas banyak pihak berkepentingan atas Pilkada DKI, tidak hanya untuk kursi Gubernur DKI namun juga persiapan Pemilu 2019. (#nh)

Saturday, June 25, 2016 - 15:15
Kategori Rubrik: