Johan Cruyff, Legenda Sepakbola Intelek

Oleh: Iwan Permadi

Berita meninggalnya legenda Sepak Bola Belanda, Johan Cruyff, kemarin memang mengagetkan karena sang bintang yang terkenal sebagai pemain hebat pada tahun 70an dan juga pelatih pada era 80an dan 90an meninggalkan warisan ajaran tentang visi sepakbola, sebuah permainan yang dianggap aneh bagi sejumlah kalangan karena bagaimana mungkin bola dikejar 22 orang pemain, tapi begitu didapat, bola itu ditendang lagi.

Bila pakar dan pemerhati sepak bola ditanya apa persepsi orang tentang Cruyff ternyata ada tiga yang menonjol yaitu Total Football, Belanda dan Barcelona. Permainan tim nasional Belanda di piala dunia 1974 dan 1978 (dia tidak ikut bermain) dan 2x Belanda menjadi runner-up membuktikan ada nilai dan filosofi baru dari permainan Belanda yang dikembangkan pada 70an.  Visi attacking sepak bola dengan menyerang secara total dan bertahan secara total pula memang menggemparkan.

Masalahnya setelah ide itu diaplikasikan dan dikembangkan di Barcelona hingga terciptanya konsep tiki-taka ternyata memerlukan 11 pemain dengan fisik dan kemampuan prima dan masalahnya tidak semua tim sepak bola mampu melakukannya. Diambil dari sebuah situs tentang 25 quote dari legenda hebat ini, saya coba ambil beberapa yang membuktikan kalau Cruyff memang patut disejajarkan dengan Pele, Puskas, Franz Beckenbauer, Maradona dan beberapa legenda lawas lainnya.

1. Technique is not being able to juggle a ball 1000 times. Anyone can do that by practicing. Then you can work in the circus. Technique is passing the ball with one touch, with the right speed, at the right foot of your team mate. (Maksudnya Teknik sepakbola bukan hanya sanggup melakukan juggling ribuan kali karena teknik itu dapat dilakukan dengan banyak berlatih. Kemudian anda bisa memainkannya di sirkus. Teknik sepakbola yang benar adalah dengan menyentuhnya sekali, dengan kecepatan yang tepat, dan memberikan dengan benar/passing kepada rekan bermain anda).

2. Why couldn’t you beat a richer club? I’ve never seen a bag of money score a goal. (Anda bisa mengalahkan klub bertabur bintang dan kaya raya, karena berdasarkan pengalamannya tidak ada klub hebat mampu jadi juara dengan tumpukan uang dengan membeli pemain hebat). Fenomena saat ini adalah Leicester City yang menjadi pemuncak liga Inggris, padahal gaji pemainnya 1/5 dari total pemain Manchester City.

3. When you play a match, it is statistically proven that players actually have the ball 3 minutes on average … So, the most important thing is: what do you do during those 87 minutes when you do not have the ball. That is what determines whether you’re a good player or not. (Secara rata-rata pemain itu cuma kebagian mendapatkan bola 3 menit dari 90 menit permainan. Tapi yang terpenting bukanlah saat memainkan bola tapi justru bergerak tanpa bola yang 87 menit seorang pemain terlihat berbeda mana yang bagus dan mana yang tidak)

4.I’m ex-player, ex-technical director, ex-coach, ex-manager, ex-honorary president. A nice list that once again shows that everything comes to an end. Lewat quote diatas, keahlian Cruyff di dalam dan di luar lapangan sepakbola tercatat, dia pernah menduduki posisi terhormat dari bekas pemain hebat, bekas direktur tehnik, bekas pelatih, bekas manager, bekas presiden kehormatan dan rangkaian lainnya hingga akhir hayatnya-gelar terakhirnya bukanlah bekas tapi legenda sepakbola intelek (Intellectual legendary football player). Selamat jalan Johan Cruyff, selamat jalan inovator permainan sepakbola modern!  

(Sumber: Kompasiana)

Saturday, March 26, 2016 - 16:15
Kategori Rubrik: