JK dan Ilusi Mendamaikan Afganistan

ilustrasi
Oleh : Alto Luger
Semua orang yang pernah tinggal dan/atau bekerja di di Afghanistan pasti mengerti bahwa konflik di Afghanistan itu bukan konflik agama. Sebaliknya, yang terjadi di Afghanistan adalah konflik antar suku, klan, maupun aliansi suku yang ingin tetap 'survive'. Iya, konflik di Afghanistan itu soal survival.
Karena hakikat aliansi antar suku yang sangat pragmatis dan dinamis maka 'perdamaian' yang terjadi antar suku/klan adalah perdamaian yang pragmatis juga. Hari ini teman, besok bisa jadi musuh.
Sewaktu bekerja di Kandahar dan Helmand, beberapa orang Afghanistan yang saya temui di lapangan, baik di Kandahar, Helmand, Sangin maupun Kajaki mengatakan begini: Dulu waktu soviet datang, kami menyambut mereka dengan baik. Ketika Taliban datang, kami menyambut mereka dengan baik dan berperang melawan Soviet. Ketika Amerika datang, kami menyambut mereka dengan baik dan berperang melawan Taliban. Sekarang, jika Taliban datang lagi, kami akan menyambut mereka dan berperang melawan Amerika.
Buat sebagian besar orang Afghanistan, terutama di daerah yang dikuasai hukum rimba, negosiasi damai itu dilakukan di gunung, bukan di hotel-hotel, apalagi di tanah asing.
Akar mereka itu daerah mereka sehingga orang-orang yang dikirim untuk melakukan negosiasi di luar tanah kekuasaan mereka adalah orang-orang yang sebenarnya tidak punya otoritas untuk mengambil keputusan.
Yang berikut adalah ada aliansi-aliansi dominan di Afghanistan yang punya 'suara' di Taliban, salah satunya adalah Haqqani Network. Suara mereka termasuk sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan di struktur kepemimpinan Taliban.
Jadi, jika mereka - Haqqani Network - tidak ikut maka sudah bisa dipastikan bahwa yang yang disepakati atas nama 'Taliban' pasti tidak akan bertahan lama. Tapi, jika JK melakukan kontak dengan Haqqani Network, maka bisa kena sanksi berdasarkan Executive Order 13224.
Sekarang, JK ingin membantu perdamaian Afghanistan. Ya itu adalah hak beliau sebagai tokoh nasional yang pernah terlibat dalam proses perjanjian damai Helsinki antara pemerintah Indonesia dan GAM.
Tapi saya yakin bahwa apa yang dilakukan beliau adalah sesuatu yang sudah pasti akan gagal, dan menurut saya, beliau tahu itu.
Nah, jika beliau tahu bahwa ini gak akan berhasil, kenapa tetap ingin maju? Motivasinya apa? Saya bisa memikirkan beberapa motivasi dan intent, tapi sebaiknya tanya langsung ke Pak JK.
Sumber : Status Facebook Alto Luger
Wednesday, January 6, 2021 - 10:30
Kategori Rubrik: