Jin, Syaithan dan Ifrit

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.MA

Banyak sekali orang yang suka berdebat. Ada ada saja bahannya, termasuk materi kajian agama.

Padahal dalam dunia ilmu pengetahuan, perbedaan pandangan antara satu pakar dengan pakar lain itu sudah biasa. Dan mereka sih biasa-biasa saja dengan diskusi dan perdebatan itu.

Di fakultas syariah tempat saya belajar dulu, jurusan satu-satunya adalah perbandingan mazhab. Sejak semester 1 sampai 8, yang kita pelajari semuanya perbedaan-perbedaan pendapat para ulama.

Soal ujiannya pun sama saja. Sebutkan perbedaan ulama dalam masalah qunut shubuj menurut masing-masing mazhab, lengkap dengan dalilnya serta sebab perbedaan.

Tapi . . .

Di tangan kalangan awam yang baru melek ilmu agama, semua perbedaan pendapat itu justru dimonetize, dijadikan bahan keramaian, diviralkan dan malah jadi sumber pemasukan tidak halal.

Tulisan saya misalnya, tentu adalah pandangan saya. Tiba-tiba dicopy lalu disodor-sodorkan ke hidung mereka yang tidak sependapat. Mereka dipaksa-paksa kasih komentar jelek untuk saya.

Kayak bangunin macan lagi tidur, gitu.

Maka mereka pun terpancing lalu maki-maki. Hasil komentar jelek tentang saya itu lalu disodor-sodorkan lagi ke hidung saya. Tuh ada yang jelek-jelekin ente, bales dong.

Ini namanya adu domba. Baca tulisan saya bukan buat nambah ilmu, tapi sekedar untuk cari-cari bahan buat gegeran dengan orang, cari gara-gara, ngajak ribut, sambil dibumbui dengan sejuta provokasi.

Mereka itu bukan teman, bukan murid, bukan jamaah pengajian, tapi jin, syaithan, ifrith. Kecuali mereka yang sadar akan kesalahannya dan kembali ke jalan yang lurus dan benar. Semoga Allah ampuni.

Amiiiinnn

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Sunday, November 10, 2019 - 19:15
Kategori Rubrik: