Jilbab Tidak Wajib, Kenapa Heboh Lagi?

ilustrasi

Oleh : Shuniyya Ruhama

Pernyataan Mbah Nyai Shinta Nuriyah bahwa jilbab tidak wajib sebenarnya bukan sebuah pernyataan baru, apalagi patut dianggap kontroversi.

Pernyataan serupa sesungguhnya juga telah disampaikan oleh Para Kyai dan Para Nyai terdahulu.

Sebagian dari kita sering enggan belajar sejarah sehingga mudah kaget dan heboh. Padahal Mbah Nyai Shinta juga hanya menyampaikan apa yang didapat dari para Guru beliau tentunya.

Kita sama-sama telah tahu bahwa Mbah Nyai adalah seorang santri tulen. Beliau adalah belahan jiwa dari seorang Kyai Besar, Mbah Wali Gus Dur.

Mbah Wali adalah putra dari pasangan Guru Mulia KH Wahid Hasyim dan Mbah Nyai Solihah. Silakan dilihat bagaimana cara Mbah Nyai menutup aurat.

Siapakah Mbah Nyai Sholihah? Beliau adalah putri dari Guru Mulia KH Bisri Syansuri, Denanyar - Jombang. Seorang begawan ilmu fikih yang kualitasnya diakui Ulama sedunia.

Siapakah KH Wahid Hasyim? Beliau adalah putra dari Hadlrotussyaikh Mbah Hasyim Asy'arie. Gelar Hadlrotussyaikh bermakna bahwa beliau hafal Kutubussittah ( Hadits: Shohih Al Bukhori, Shohih Muslim, Sunan At Tirmidzi, Sunan Abu Dawud, Sunan An Nasa'i, dan Sunan Ibni Majah).

Mengapa Mbah Hasyim membiarkan istri dan menantunya berbusana sedemikian rupa? Mengapa Mbah Bisri membiarkan istri dan putrinya berbusana serupa itu?

Dan tahukah Anda, bahwa yang menikahkan Mbah Wali dan Mbah Nyai Shinta adalah Mbah Bisri? Sebab pada waktu itu Mbah Wahid sudah berpulang.

Sebelum melontarkan jurus "Pukulan Kidung Pamungkas" ikut Kyai dan Tradisi atau ikut Al Quran, mari kita renungkan bersama:

Menurut Anda, para wanita Muslimah terdahulu berbusana kebaya dengan sanggul atau kerudung selendang adalah cermin keluasan faqihu fiddin dari para Guru Mulia atau kelalaian beliau semua?..

Sumber : Status Facebook Shuniyya Ruhama

Sunday, January 19, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: