Jilbab Itu Anjuran, Bukan Wajib

Oleh: Arloren Antoni

 

Saya udah lama nulis soal Jilbab itu bukan wajib. Dalam foto yang saya sertakan tulisan saya itu terlihat jelas saya menulisnya tanggal 27 Nofember 2017. Ibunda Sinta Nuriah Abdurrahman Wahid menegaskan kembali di media sekelas Tempo Kamis 16 Januari 2020 kemarin bahwa Jilbab memang bukan wajib. 

TIDAK ADA SATUPUN ayat Qur’an yang mengatakan Jilbab itu wajib. Sampai nungging sekalipun nyari di Qur’an juga gak bakalan ketemu ayat yang katakan Jilbab itu wajib.

 

Yang menurut mereka Jilbab itu wajib adalah dari ayat sbb:

…HENDAKLAH mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.... (Qur'an Surah Al Ahzab:59)

Tidak ada kata wajib dalam ayat itu. Tafsir dari kata “hendaklah” dalam ayat itu maknanya adalah anjuran, bukan wajib. Asbabun nuzul (Sebab turunnya ayat) QS Al Ahzab 59 adalah muslimah merdeka, termasuk isteri Nabi, diganggu (baca: akan diperkosa) saat akan BAB ke padang pasir. Agar tidak diperkosa maka dibuatlah jilbab sebagai pembedanya. Sementara Muslimah Budak haram hukumnya pakai Jilbab. Karena budak boleh diganggu / diperkosa. Jadi Muslimah yang BAB ke padang pasir, kalo pakai jilbab gak boleh diganggu. Jilbab itulah sebagai pembeda dengan Muslimah Budak yang boleh diperkosa. 

Yang sudah sekolah dibawah tahun 1990-an tentu ingat, bahwa guru agamanya dulu TIDAK BERJILBAB. Paling banter guru agama kita pakai selendang doank dikepalanya. Guru bidang studi lainnya ya gak ada yang pakai selendang atau jilbab tuh. Cuma jaman now orang teriak teriak jilbab itu wajib

Kata “Hendaklah” jika ditafsirkan wajib maka akan jadi lucu pada saat dipadankan dengan ayat lain sbb:

" HENDAKLAH mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan." (QS: At Taubah 9:82)

Coba lah pikir, apakah tertawa itu Hukumnya wajib Ndul….??

 

(Sumber: Facebook Arloren Antoni)

Tuesday, January 21, 2020 - 18:00
Kategori Rubrik: