Jilbab Dulu dan Sekarang

Ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Dari dahulu ulama kita sangat fleksibel soal jilbab. Kenapa harus memaksakan apa yang kita yakini pada orang lain. Jika menurut Anda jilbab itu artinya hijab, menutup seluruh bagian tubuh sehingga harus menggunakan kain menjuntai dari kepala hingga tumit, lakukanlah.

Saya menulis bukan untuk membuat Anda meragukan keyakinan Anda. Saya hanya meminta Anda toleran pada mereka yang belum "baik" menurut standar Anda. Tidak ada yang melepas jilbab setelah membaca tulisan saya.

Ada juga yang ngeles, katanya pada masa itu medio abad 19-awal abad 20, kekurangan tekstil. Ini foto belum lama, beliau wafat 2004. Foto keluarga Abuya Dimayathi Banten. Apakah ini juga kurang tekstil.

Dalam dirinya terkumpul samudra Syariat dan Hakikat. Saya pernah dua kali bertemu beliau. Saya tidak menjumpai kiai mengajar santri seserius beliau. Beliau mengajar malam, dinihari sampai menjelang subuh.

Kitab yang dibaca juga tidak main-main, ribuan halaman, belasan jilid dibaca dan dimaknai kata perkata. Seperti kitabTafsir Thobari, al-Aziz Syarah wajiz dll.

Apakah kita mengatakan beliau melakukan kemaksiatan karena beliau membiarkan istri dan putrinya tidak behijab Syar'i sesuai standar pemahaman Anda?

Di Abad kita hidup, beliau adalah orang yang jika ada anjuran kefarduan, kesunahan agama pasti paling dahulu mengerjakannya dari siapapun, jika ada larangan beliau lahir batin lebih dahulu menjauhinya dari siapapun.

Beliau menjalankan semua kesunahan, puasa senin kamis, puasa dawud, ayamul bid, dan puasa sunah lainnya, bermacam solat sunah, mujahadah batin.

Para ulama menoleransi istri mereka berpakaian seperti itu karena mereka memahami betul keluasan syariat ini, melalui keragaman fatwa ulama termasuk dalam masalah Jilbab.

Allah lebih suka kita rendah hati dihadapannya syariatNya, daripada berkacak pinggang, sambil menunjuk kesana kemari dan menganggap selain diri kita, semua adalah para pendosa yang tidak mengamalkan syariat-Nya.

Apa yang kita pahami tentang Islam tidak ada sepercik dari lautan syariat yang maha luas.

#maringaji #jumud #jilbab #kiai #abuyadimyatibanten #banten #nyai #kiai #nu#nusantara #ngaji #kitab #madzhab #syariat #agamaramah #islam.

Sunday, November 19, 2017 - 19:45
Kategori Rubrik: