Jilbab dan Ilmu Agama yang Baru Setengah

Oleh: Zen Zul

 

Ada seseorang yang tetiba menasehatiku tanpa kumintak. Intinya soal tanggungjawabku sebagai suami untuk mengarahkan istriku Utami Ayomsariagar segera memakai jilbab. Sebab sebagai suami saya ikut bertanggungjawab karena ini menyangkut kewajiban agama...dan bla bla bla segala dalil meluncur begitu saja

Sakjane saya sudah males berpolemik tentang jilbab ini

Tapi trus aku bilang ma kerabatku yang lagi eforia beragama ini.

 

 

"Kalau kamu menganggap bahwa hukum memakai jilbab bagi wanita dewasa itu mutlak wajib, berarti ilmumu baru setengah"

"Setengah piye?" Sergahnya

"Ya karen soal jilbab itu adalah soal khilafiah atau perbedaan pendapat. Kalian ini kan hanya mengikuti pendapat ulama. Nah ulama berbeda pendapat. Jika kamu hanya tau pendapat yg mewajibkan berarti ilmumu cuma setengah. Aku tau yg mewajibkan dan tau pula ada yg tdk mewajibkan"

Dan sudahlah, wong aku itu justru kagum kok sama istriku ditengah yang namanya tekanan sosial begitu hebat dia tetep kuat dengan pendiriannya tersebut. Banyak yang ndak tahan karena takut berbeda, takut terasing, terkucil, ditatap sinis secara rendah di tengah kepungan wanita berjilbab....aku nerocos tanpa memberinya kesempatan memotong

Dan nek aku sendiri sudah melewati perdebatan doktrinal kek gitu. Bagi saya jilbab itu ya kek pakaian lain adalah sebuah produk budaya yang lantas mengalami konstruksi sosial dengan berbagai kepentingan

Lagian ngapain sih kita cowok ngributin pakaian wanita? Cari kopi aja yuk sambil membahas gosip artis atau sepak bola piala dunia

 

(Sumber: Facebook Zen Zul)

Monday, July 2, 2018 - 04:30
Kategori Rubrik: