Jika Saja Ahok Mau Jual Agama

ilustrasi
Oleh : Asrof Husin
 
Disalah satu Universitas di Jakarta, Ahok sewaktu menjadi Gubernur pernah memberikan kuliah umum dgn metode tanya jawab, ia beberapa kali sempat mengutip ayat Al Qur'an dan Hadis saat menjawab beberapa pertanyaan para pelajar tsb, salah seorang pelajar menyebut Ahok seperti ustad lantaran kuliahnya itu.
" Saya melihat Pak Ahok ini seperti ustad, bukan seperti Gubernur, karena Pak Ahok bisa menghafal ayat2 Al Qur'an, kita saja belum tentu bisa menghafalnya, mungkin nanti pak Ahok akan menjadi ustad suatu saat nanti, ucap pelajar itu. Ahok menjawab : Bukan baru pertama kali ini dirinya mendapat panggilan ustad, karena mengetahui sedikit ttg ajaran islam ".
" Maklum saja, saya sekolah disekolah islam dan Ahok pernah diminta berpindah agama, dengan pindah agama itu diharapkan karir politiknya sukses, namun Ahok menolak permintaan tsb kepada salah seorang kerabat yg pernah menawarkan pindah agama itu, dirinya menyatakan tidak akan berpindah agama karena alasan politik ".
" Waktu itu abang saya bilang : Hok kamu ini sudah komplit, satu kurangnya belum mengucapkan Dua Kalimat Syahadat, " kenang Ahok.
" Saya bilang keabang saya, " Itu bagus karena saya tidak berani jual agama, bang ". Lanjut Ahok.
Jika saja dari awal karir politiknya Ahok mau menjual agama, Ahok dari Kristen Protestan pindah ke Islam, maka kemungkinan besar karir politik Ahok akan lancar, akan sukses, apalagi jika Ahok bergabung dgn Pekaes dan minta dukungan ormas2 radikal, Ahok tumbuhkan jenggot dan berpakaian agamis lalu Ahok berkhotbah menjelek2an agamanya terdahulu dan sudah pasti para kadrun senang kegirangan dan memuja Ahok, maka karir politik Ahok pun akan didukung para kadrun dan lancar, tidak ada lagi yg berteriak2 China kafir, ganyang China, tidak ada lagi demo2 tolak pemimpin kafir, Haram pemimpin kafir, tidak ada lagi kata penistaan agama, malah Ahok akan didukung dan itu jika Ahok dari awal mau menjual agama, tetapi Ahok dgn idealismenya yg tinggi, dgn kejujurannya berpolitik maka Ahok menolak semua itu, menjual agama - menipu Tuhan demi karir politik. Ahok hanya ingin jadi pemimpin yg amanah tulus bekerja membangun daerah yg dipimpinnya dan lagi pula korupsi itu bukan masalah agama dan suku, tetapi perilaku yg serakah.
Contoh pemimpin dari hasil kemenangan dgn menjual agama dan menjual Tuhan adalah Anis. Ditengah masyarakat yg SDM nya rendah dan mabuk agama, maka bisnis agama, menjual agama itu sangat laku, kecerdasan dan amanah tidak diperlukan, tidak masalah bodoh kerja dan korupsi yg penting seiman.
SALAM DAMAI.
 
Sumber : Status Facebook Asrof Husin
Thursday, September 24, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: