Jika Partner Kerja Terpapar Covid

ilustrasi
Oleh : Teguh Arifiyanto
 
Nikmat sehat itu luar biasa saya syukuri. Dua minggu terakhir adalah dua minggu yang mendebarkan buat saya. Tanpa ada petanda apapun, saya mendapat informasi bahwa puluhan rekan kerja, beberapa tetangga, sahabat, dan handai tolan terpapar covid. Si makhluk mikro yang kehadirannya mencemaskan penghuni Bumi. Padahal menurut pengakuan mereka, protokol kesehatan sudah mereka patuhi sesuai anjuran. Duh.
.
Cemas, karena covid semakin menunjukkan eksistensinya. Tapi diantara cemas, saya bersukur atas beberapa hal. Pertama, hampir semua kawan, tetangga, rekan kerja yang terpapar covid, mereka termasuk kelompok penderita covid yang minim gejala atau hanya bergejala ringan. Sebagian besar dari mereka bahkan merasa baik-baik saja seperti tidak terdampak apapun. Memang, ketika membaca hasil swab seperti mendapat tusukan mematikan di ulu hati. Tapi setelahnya, mereka bisa menerima dan mengikuti protokol pemulihan dengan baik. Salut!
.
Kedua, meski kebijakan kantor kami merahasiakan (atau setidaknya membatasi) identitas para pegawai yang terpapar covid, beberapa rekan saya sungguh luar biasa berani mendeklarasikan bahwa ia terinfeksi virus ini. Semua pasti paham, informasi bahwa kita terpapar covid itu bukan aib. Justru informasi yang dideklarasikan itu mungkin bisa meningkatkan kewaspadaan penerimanya, sekaligus membantu mengingat jejak perjumpaan yang mungkin bisa membahayakan dirinya atau orang lain. Terimakasih kawan.
.
Ketiga, yang lebih menggembirakan adalah, saya mendapat kabar baik bahwa rekan kerja atapun tetangga yang dinyatakan positif covid, semuanya kini sudah dinyatakan negatif. Ada yang prosesnya membutuhkan waktu 2 minggu, 10 hari, 7 hari, bahkan menurut informasi ada yang hanya kurang dari 5 hari. Luar biasa!
.
Disitu saya melihat ada dua kemungkinan. Pertama, imunitas rekan dan tetangga saya sangat baik sehingga mereka cepat pulih. Kedua, daya rusak si virus yang semakin melemah. Entah jika ada kemungkinan lain. Saya tidak ahli dibidang ini.
.
Informasi/berita perihal covid ini beragam. Kita bisa memilih membagikan informasi/berita tentang fakta-fakta menakutkan mencemaskan agar kita sama-sama waspada, atau bisa juga kita cukup membagikan informasi/berita yang menggembirakan agar menciptakan ketenangan dan optimisme. Apapun itu, kita harus sepakat, bahwa protokol kesehatan kita utamakan.
.
Saya hanya bisa memberi semangat rekan kerja, sahabat, dan handai tolan yang terpapar covid. Seperti kata Benjamin Jeremy Stein, penulis pidato presiden Amerika era Richard Nixon and Gerald Ford, bahwa semangat manusia tidak akan pernah berakhir ketika dikalahkan, semangat tersebut berakhir ketika manusia itu menyerah.
.
Maka, semangat itu 'wajib' hukumnya!
 
Sumber : Teguh Arifiyanto
Thursday, October 1, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: