Jika Minum Starbucks Mendukung LGBT, Apakah Naik Haji Menyumbang Invasi Suriah dan Yaman?

Oleh: Arman Dhani

Kanda Guru Ustadz Abdul Somad yang bijak kembali memberikan ilmu kepada kita umat yang minus ini. Jika sebelumnya Ustadz Abdul Somad bercerita tentang keutamaan memiliki hidung mancung, kali ini beliau mengajari bahwa ada jenis kopi yang akan membuat kita masuk neraka, yakni kopi Starbucks. Luar biasa.

Sebagai umat yang ingin memperoleh kebijaksanaan dan juga masuk surga, tentu hal ini sangat penting. Bukan apa-apa, selama ini saya kira masuk surga atau tidak itu hak Allah semata, tapi ternyata Kanda Guru Ustadz Abdul Somad yang bijak juga bisa menyebutkan siapa-siapa saja yang bisa masuk surga atau neraka.

Ini tentu bukan ejekan apalagi sindiran, tapi lebih pada upaya untuk merefleksikan diri. Ustadz Abdul Somad menjelaskan, semua kegiatan punya konsekuensi di akhirat. Apa pun itu. Misalnya: jika kita mengonsumsi kopi Starbucks, yang secara terbuka mendukung gerakan LGBT, maka kita akan berdosa bahkan bukan tak mungkin masuk neraka.

Alur pikirnya begini: dengan kita mengonsumsi kopi atau produk apa pun di Starbucks, perusahaan itu akan memberikan sebagian dari keuntungannya untuk gerakan LGBT. Sebagai muslim, menurut Kanda Guru Abdul Somad, LGBT adalah sesuatu yang berdosa, jadi apa pun yang mendukung gerakan ini adalah dosa, termasuk membeli produk yang secara terbuka mendukung LGBT.

Lantas bagaimana dengan naik haji? Lho apa hubungannya minum kopi yang mendukung LGBT dengan naik haji?

Jadi begini, Kanda Guru. Yaman kan diinvasi oleh Arab Saudi, demikian juga pasukan koalisinya yang merangsek ke Suriah. Menurut laporan DW, Riyadh mengirimkan bantuan senjata dan alat-alat berat untuk kelompok oposisi. Kiriman kendaraan lapis baja dan senapan mesin secara resmi diterima oleh kelompok pemberontak Free Syrian Army, FSA.

Artinya, secara tidak langsung Saudi membuat rakyat Syiria dan Yaman menderita.

Kejauhan, Mas. Kok bawa-bawa naik haji? Memangnya orang yang naik haji mendoakan dan mendukung invasi Yaman? Tentu saja tidak. Tapi dengan naik haji kita ikut membayar kepada pemerintah Arab Saudi. Uang yang mereka terima selama proses haji, mulai dari pajak makanan, penginapan, dan transportasi, dan lain-lain, itu kan menjadi pendapatan negara mereka yang salah satunya dimanfaatkan untuk beli senjata atau membiayai perang?

Lho kan niat kita ibadah, Mas, bukan buat perang.

Kok pada nge-gas?

Sudahlah, kalau kalian tak punya ilmu tinggi seperti Kanda Guru Ustadz Somad mending diam. Karena intinya, beli kopi starbucks itu haram dan masuk neraka karena uang kita dipakai buat dukung LGBT. Sementara naik haji dan menyetor uang kepada pemerintah Arab Saudi itu halal.

Sumber : geotimes

Thursday, May 3, 2018 - 11:00
Kategori Rubrik: