Jika GM Bersimpuh di Kaki Rasulullah

ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Dengan mengomentari GM beberapa waktu lalu mungkin saya salah. Tapi menurut saya, memaafkan seseorang itu terpuji, akan tetapi hak Nabi (حقوق النبي صلى الله عليه وسلم) juga harus diindahkan. Memaafkan, lalu membiarkan Nabi 'sendirian', keliru. Terutama masyarakat harus mendapatkan info tentang hakikat Rasul yang berimbang.

Jika orang biasa saja berhak mendapatkan pemulihan nama baik, apalagi beliau saw, اصل كل موجود, sumber penciptaan segala makhluk; surga, neraka, semesta raya, ilmu, manusia dll. Demikian keyakinan ahlu sunah.

Menurut saya, sikap begini, adalah al-inshaf (الانصاف), paling pas dalam hal ini. Sangat heran jika memaafkan, tapi membiarkan Nabi saw dalam lumpur yang tidak seharusnya melekat dalam 'tubuh' beliau. Seharusnya memaafkan umatnya, sekaligus membersihkan Nabi saw dari segala sesuatu yang tidak layak menempel dalam pribadi beliau, (رفض كل ما لايليق ولا يناسب بالحبيب المصطفى صلى الله عليه وسلم).

Sama herannya dengan orang-orang yang mengaku umat Nabi, ingin memuliakan Nabi, tetapi tidak memberi maaf kepada salah seorang umatnya, pelayan Nabinya, yang ngemong ngurusi umatnya. Seolah ingin mengusir salah satu umatnya dari kerumunan umat Nabi. Memamg penyakit umat ini gemar mengeluarkan umat Nabi dari pangkuan Nabi, sedikit-sedikit kafir, murtad, musyrik.

Ko ada ya orang ngaku umat Nabi yang dikenal samahah (سماحة), penyayang (رحيم), tapi begitu dengki sama umatnya yang sudah mengakui salah dan meminta maaf. Berkali-kali. Umat lain berlomba-lomba memperbanyak umat Nabinya, dengan menikah, memperbanyak anak, dll, Kristen, Yahudi misalnya, ini malah ulama, kiyai, pelayan Nabi salah, ditendang dari lingkaran umat Nabi.

Seharusnya non muslim saja kita rangkul. Apa masalahnya? Ini sesama umat Nabi ko saling tendang. Ada non muslim, kong hucu, datang ke guru saya, beliau menasihati "pokoknya dalam bisnis harus menomor satukan Tieng (Tuhan)". Beliau mendidik pekerti dengan pendekatan agamanya si tamu. Begitulah cara merangkul, umat lain kita peluk. Ini umat Nabi, pelayan Nabi, inginnya menghajar habis-habisan.

Saya haqul yakin, jika Gus Muwafiq bersimpuh dikaki yang mulia Rasulullah saw, pasti beliau saw mengangkat bahu Gus Muwafiq beliau ijinkan untuk mencium tangan Rasul yang mulia, dan beliau Rasul maafkan dengan senyum penuh kasih sayang. Bahkan Rasulullah berterimakasih, karena Gus Muwafiq siang malam ngemong jutaan umat Nabi siang dan malam. Apa kalian kira GM bisa diterima jutaan umat bukan karena Rasululah rido atas khidmah beliau kepada Nabi.

Lalu kalian mau apa? Mau niru Dzul Khuwaisirah, menceramahi Rasul bahwa Rasul keliru memaafkan GM?

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Thursday, December 12, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: