Jika Djarum Mundur Dari Pembibitan Bulu Tangkis

ilustrasi

Oleh : Meicky Shoreamanis Panggabean

Sehalus apapun, brand rokok memang idealnya jangan ada di acara olahraga.

Gue sangat gak suka dengan KPAI tapi ngomong "Anak2 teriak gantung Ahok, lu diem aja. Kasus pedofil anak, lu juga diem. Sekarang anak dapat beasiswa, lu protes,"adalah tindakan yang shoot the messenger, bukan shoot the message.

Jalan keluarnya, menurut beberapa orang yang tahu permasalahan, adalah dorong perusahaan non rokok buat jadi sponsor. Solusi lain, pemilik Djarum bikin yayasan pake nama mereka lalu ngelanjutin ngasih bea siswa. Jadi kayak Bill&Melinda Gates Foundation. Nama pendiri harum, merk produk juga tetap diingat orang.

Gue sangat, amat sangat, nggak suka KPAI. Hal pertama yang ada di otak gue waktu tau Djarum udah nego dan mereka nggak mau kompromi adalah,"Djarum kurang setoran kali nih."

Sulit banget mikir positif tentang KPAI karena mereka memang nggak menunjukkan kepedulian di sangat banyak kasus penting, kasus-kasus yang dampaknya lebih parah daripada perusahaan rokok jadi sponsor di kegiatan anak dan remaja. Kualitas kerja mereka jauh banget berada di bawah kualifikasi akadamik dan pengalaman mereka dalam berorganisasi. Kalo gak percaya, klik aja link di bawah.

Tapi, kita belajar obyektif yuk. KPAI emang nyebelin tapi memang perusahaan rokok sebaiknya jangan jadi sponsor kegiatan olahraga.

Jangan lupa, organisasi yang jarang kerja bagus juga bisa ambil keputusan yang tepat. Mbok ya pas mereka bertindak bener, didukung gitu loh.

Sentimen amat ah lu pade ama mereka.

https://www.kpai.go.id/komisioner

Sumber : Status Facebook Meicky Shoreamanis Panggabean

Monday, September 9, 2019 - 11:15
Kategori Rubrik: