Jerat Korupsi Kepala Daerah

ilustrasi
Oleh : Muhammad Muflih Gani
.
Baru kemarin malam (26/02) saat merapihkan lemari yang berserak dokumen saya menemukan kembali buku pemberian KPK ini, sebuah oleh-oleh keaktifan saat mengikuti Workshop Peningkatan Kapasitas Tim Perekaman Persidangan TIPIKOR KPK RI bekerja sama dengan STHI Jentera Jakarta.
.
Buku ini merupakan kumpulan kajian putusan persidangan tindak pidana korupsi yang berhasil direkam oleh Tim RekSi KPK. Dalam buku ini tercatat secara abadi nama nama kepala daerah dari berbagai provinsi di Indonesia yang melakukan tindakan tercela itu. Mereka memperkaya diri sendiri, merugikan keuangan negara yang seharusnya digunakan untuk kemakmuran ibu pertiwi. Mulai dari kasus korupsi mengenai tambang, suap hingga pengadaan barang dan jasa tercatat secara lengkap jelas dan runtut. Sungguh malu rasanya jikalau kita berada di posisi kepala daerah korup ini. Kelakuan nista mereka diumbar, dikaji secara ilmiah namun di satu sisi tak lain menunjukkan kejahatan mereka tega merampok negara sendiri. Entah apa yang mereka pikirkan saat melakukan perbuatan itu secara sadar. Nama mereka kini tercatat dalam sejarah. Mungkin mereka bertaubat tapi catatan jahat itu akan terus selamanya terpahat, menyakiti hati rakyat.
.
Oleh karena itu, para pejabat khususnya kepala daerah harusnya tidak merayakan secara berlebihan ketika terpilihnya dia mengemban amanah. Sebab amanah itu dipikul dengan amat berat.
.
Lalu hari ini (27/02) bertebaran kabar mengejutkan telah dijeratnya Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah yang merupakan mantan Bupati Bantaeng dengan segudang prestasi sekaligus juga tokoh anti korupsi tahun 2017. Ia ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK dan langsung diboyong ke Jakarta untuk dimintai keterangan. Hingga status ini dibuat (20:39 WITA) , belum ada kejelasan status beliau. Sesuai KUHAP, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status beliau beserta pihak lain yang turut ditangkap.
Masyarakat banyak yang terkejut, bagaimana mungkin tokoh berprestasi seperti beliau yang bahkan tahun 2019 mengundang sendiri KPK untuk melakukan audit terhadal pemprov Sulsel malah tersandung kasus korupsi 2 tahun kemudian? Banyak yang tidak terima dan tidak sedikit yang mencibir KPK. Seolah olah KPK cari sensasi dan berusaha mencari kesalahan beliau. Tapi bagi saya, ini menarik sebab KPK di awal kepemimpinan Firli Bahuri sempat dianggap macan ompong dan takluk pada penguasa khususnya partai yg saat ini dominan. Namun justru KPK berhasil menangkap dan meringkus koruptor kelas kakap di tahun 2020 kemarin, yaitu Menteri KKP Edhy P dan Mensos Juliari yang keduanya berasal dari partai besar. Bahkan Mensos itu sendiri mrupakan salah satu kader andalan partai yg saat ini paling berkuasa. Begitupula dengan Pak Nurdin Abdullah, separtai dengan Mensos Juliari Batubara. Penangkapan koruptor kelas kakap ini tentu merusak citra partai dan menggerus elektabilitas partai. Apakah argumen KPK disetir oleh partai penguasa itu masih relevan?
.
Kembali ke kasus Pak Nurdin Abdullah. Menurut saya sebelum ada pernyataan resmi dari KPK RI marilah kita menahan diri untuk mengeluarkan spekulasi macam macam, apalagi mencaci KPK, sebab prosedur dalam penetapan tersangka tipikor oleh kpk adalah prosedur yang panjang dan sangat hati hati. Terutama koruptor yang terjerat dalam OTT. Toh nanti dalam hitungan jam kedepan kita akan mengetahui secara jelas status beliau. Apakah beliau akan keluar dari gedung KPK dalam keadaan bebas ataukah memakai rompi orange yang terkenal itu. Kalaupun beliau keluar dengan rompi orange yang menandakan status tersangka sekaligus tahanan KPK kita juga belum boleh mencap buruk beliau. Sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, asas praduga tak bersalah harus kita junjung, beliau punya hak untuk membela diri, tinggal pembuktian nanti di pengadilan tipikor.
.
Saat hakim membaca putusan dan mengetuk palu maka saat itulah akan kita lihat, apakah nama beliau akan menjadi salah satu nama yang menghiasi buku KPK yang tentunya tercatat abadi ini ataukah tidak sama sekali. Mari kita terus doakan yang
terbaik
 

untuk seluruh pemimpin kita agar pundak mereka dikuatkan, hati mereka ditangguhkan, dijauhkan dari perbuatan buruk dan keji korupsi.

.
27/02-2021.
Sumber : Status Facebook Muhammad Muflih Gani
Monday, March 1, 2021 - 08:00
Kategori Rubrik: