Jembatan Indonesia - Singapura, Mungkinkah

Ilustrasi

Oleh : Awan Kurniawan

Ekosistem pariwisata Indonesia semakin menjanjikan. Industri yang bergerak di sektor ini semakin optimistik. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) periode Januari-Desember 2016 yang dicatat Kementerian Pariwisata RI, naik 15,54% dan menembus angka 12,023 juta inbound, atau 23 ribu di atas target yang disusun menuju roadmap 20 juta wisman di ujung tahun 2019 nanti.

Provinsi Sulawesi Utara masuk daftar destinasi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi pada Desember 2016 disusul Kepulauan Riau peringkat kedua dan Sulawesi Selatan urutan ketiga.

Yang menarik saya akan mengupas potensi Kepulauan Riau yang mengalami peningkatan signifikan pada 2017. Target kunjungan wisatawan di Kepri pada 2017 mencapai 2,2 juta orang. Hingga September 2017, kunjungan wisman sudah mencapai lebih dari 1,4 juta orang. Sedangkan di Batam, target kunjungan wisman pada 2017 mencapai 1,7 juta orang.

Nah, kenapa kepulauan Riau menarik, dan saya prediksi akan menjadi magnet baru kunjungan Wisatawan mancanegara?

Jawabannya adalah rencana pembangunan jembatan Indonesia- Singapura.Rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan kembali menghangat dibicarakan sejak awal tahun 2017.

Jembatan ini sudah menjadi pembahasan sejak awal pemerintahan SBY di tahun 2004, karena akan berperan penting sebagai salah satu hub tol laut yang masuk dalam program prioritas pembangunan pemerintah saat ini, dan tentu saja akan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi di propinsi Kepulauan Riau.

Kini sepertinya mimpi lama ini akan segera mendekati kenyataan. Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Pengusahaan Kawasan Batam akan mulai merealisasikan pembangunan Jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Bintan, Kepulauan Riau pada 2018.

Sampai saat ini, menurut Kemen PUPR, kajian kontur tanah di daerah pembangunan tiang jembatan sudah selesai sehingga pembangunan bisa segera direalisasikan.

Pembangunan Jembatan Babin (Batam - Bintan) ini rencananya akan dikerjakan dalam tiga tahapan. Tahap pertama, jembatan dengan panjang sekitar 7 km dari Batam ke Tanjungsauh sepanjang 2,124 km. Kemudian dari Tanjungsauh ke Pulau Buau sepanjang 4,056 km dan dari Pulau Buau ke Bintan sepanjang 855,3 meter.

Sejak beberapa tahun terakhir, BP (Badan Pengusahaan( Batam berupaya mencari investor untuk pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh dengan kapasitas 4 juta TEUs. Tanjungsauh diharapkan akan menjadi salah satu pelabuhan untuk menandingi milik Singapura dan Johor Malaysia.

BP Batam juga merencanakan pembangunan jalan tol menghubungkan pelabuhan tersebut dengan sejumlah kawasan industri di Pulau Batam.

Saya prediksi akan ada pergerakan yang luar biasa besar uang yang masuk ke daerah ini. Malaysia sukses kembangkan daerah Johor karena lokasinya sangat dekat dengan Singapura. Kita tentu bisa meniru mereka. Bahkan lebih baik lagi. Semoga

Sumber : Status Facebook Awan Kurniawan

Monday, November 27, 2017 - 14:15