Jembatan Damai dari NU

Oleh: Cristian Pundulay

 

Kecewa dan marah begitu perasaan saat membaca caci maki yg di arahkan pada KH Yahya Cholil Staquf ulama NU yg saya kagumi. ulama ulama NU adalah ulama yg saya hormati sehormat saya pada romo dan uskup katolik.sehormat saya pada rabi dan imam sinagog yahudi dalam iman ibu ku.

Kh yahya di serang kiri dan kanan, di berondong oleh peluru kebencian dari segala penjuru. sayang sekali yg membenci adalah sesama muslim sendiri. ada apa dengan hati hati kalian?

 

 

Islam yg saya tau, adalah agama kasih penuh keselamatan, agama kedamaian yg membawa kesejukan, agama rahmat untuk seluruh alam. demikian cermin islam yg saya dapati dari umat umat muslim NU dan muslim nusantara.

Izinkan saya kembali membuka pelajaran tafsir jalailan yg pernah saya dapatkan saat menempuh pendidikan untuk menjadi seorang hamba tuhan dalam gereja.

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Qs. al-Hujurat: 13)

Ayat ini kemudian, mengingatkan saya akan perjalanan KH yahya bertemu saudara saudara israel sana. sebuah kabar baik semestinya untuk anak bangsa ini, bahwa ada ulama kita, yg terjun secara pribadi, berjabat tangan untuk saling mengenal dan bersilaturahmi. menjalin rasa persaudaraan atas kemanusiaan.

Saudara muslim yg masih marah. ada sebuah wasiah dari khalifah ali bin abi thalib, sebuah pesan yg penuh makna, sebuah pesan dari wujud bahwa islam itu benar rahmatan lil alamin. 
"DIA YANG BUKAN SAUDARA MU DALAM IMAN, ADALAH SAUDARA MU DALAM KEMANUSIAAN".

Tidak ada lagi alasan sebenarnya bagi kita untuk saling membenci.!

Bukankah perbedaan itu rahmat?

Bukankah menjalin silaturrahim adalah kewajiban?

Lantas.. kenapa masih saja membenci ulama yg menjalankan agama secara benar?

Allah ciptakan kita, sebagai manusia yg berbeda,kalian islam, saya yahudi. mereka nasrani. dll agar kita saling mengenal, agar kita saling mengasihi, agar kita saling bersilaturahmi. agar kita menjalin persaudaraan dengan penuh kasih dan sayang.

Saudara ku. berhentilah mengarahkan peluru kebencian pada ulama ulama yg teduh. berhentilah untuk menjadi umat yg memiliki sifat sifat buruk. teduh lah jiwa kita. damai lah hati kita.

Saat masih ada kebencian di hati ingat lah firman illahi
”Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10).

Saat tulisan dan nasehat ulama tidak lagi mampu memperbaiki cara pandang dan pola pikir agar selalu damai dan bersih.

Sebagai yahudi saya bertanya

SEPERTI APA KALIAN MENGENAL TUHAN?.
SEHINGGA MENYIMPAN BENCI ATAS KEBAIKAN?

Salam hormat untuk KH Yahya Cholil Staquf.
untuk buya Syafi'i Ma'arif. serta ulama ulama NU dan warga nahdliyin. salam damai penuh kasih.

Dari anak bangsa berdarah yahudi

(Sumber: Facebook Cristian Pundulay)

Saturday, June 16, 2018 - 21:45
Kategori Rubrik: