Jelang Pilpres, Tetap Jihad Lawan Hoax

ilustrasi

Oleh : Muhammad Abdullah Ade

Luar Biasa bini gw, militan banget, mirip Suaminya. Ketika ada share hoax di WA Group Blok perumahan, soal infrastruktur & islam, bini gw menjawab dengan sangat cerdas, dan semua terdiam membisu, walaupun efeknya bini gw dimusuhin ibu-ibu pro 02 di lingkungan perumahan, gw kasih dia semangat, lanjutkan.. Ini perjuangan kecil yang bisa kita lakukan untuk Negara kita tercinta... 

Copasan jawaban sekaligus tulisan bini gw :

Tidak semua infrastruktur dibiayai China, ada juga dari Negara lain dan di prioritaskan bisa dibiayai oleh BUMN. Infrastruktur itu dibangun bukan dengan cara meminjam uang cash, tapi dengan System Konsesi, yaitu Negara menerbitkan Surat Utang Negara (Surat Obligasi atau Surat Berharga), kemudian surat tersebut ditawarkan kepada pihak yang mempunyai dana, baik BUMN maupun Negara lain, yg nantinya akan menjadi investor.

Adapun, proses pengembalian dana investasi itu melalui perjanjian konsesi atau pemanfaatan atau pengelolaan dengan masa waktu yang disepakati bersama, antara Pemerintah dengan investor.

Contoh pembangunan Infrastruktur jalan Tol, selama 30 tahun akan dikelola oleh pihak investor (sampai mereka mendapat keuntungan dan balik modal). Dalam hal ini investor tetap harus membayar pajak pendapatannya kepada Negara. Jadi pemerintah tidak perlu membayar utang pembangunan jalan tol setiap bulan, seperti kaum ibu kredit panci.

Disisi lain setelah pihak investor selesai masa perjanjian konsesinya, maka jalan Tol tersebut, akan dikembalikan kepada Negara.

Yang cerdas kalau share sesuatu. Jangan asal share, bikin malu aja...

Kalau beda pilihan karena tertarik Program kerjanya, itu bagus dan Wajar. Tapi kalau karena kemakan berita Hoax, itu bodoh namanya

Andaikan pun benar mayoritas di beli Negara China, toh cara pembayarannya bukan seperti Ibu-ibu kredit Panci, yang harus dicicil tiap minggu atau tiap bulan dari dompet suami. Justru Negara diuntungkan, karena dimasa konsesi, Negara mendapat pembayaran pajak penghasilan.

Dan setelah masa waktu konsesi habis, investor akan menyerahkan pengelolaannya kepada Negara.

Bedakan utang produktif dan utang konsumtif. 
Jangan samakan utang Negara dengan utang rumah tangga

Utang Negara dibayar bukan oleh APBN, tapi oleh perjanjian konsesi atau hak pengelolaan, yang sudah disepakati bersama, antara investor dengan pemerintah. Bahkan Negara mendapatkan keuntungan dari pajak penghasilan dalam perjanjian konsesi selama kurun waktu yang sudah ditentukan.

Jangan membodohi diri sendiri dan orang lain dengan banyak mengkonsumsi hoax, kita manusia dikaruniai Allah akal dan pikiran.

Apalagi ikut menyebarkan hoax, sama saja menyebarkan kebodohan dan fitnah

Kalau Ibu-ibu pilih Prabowo karena suka dengan program kerjanya, itu saya acungin jempol, tapi kalau karena termakan hoax tentang Jokowi, saya cuma bisa istighfar

Satu lagi, islam yang mana yang akan hilang kalau Jokowi terpilih lagi? Buktinya Jokowi banyak dekat dengan para Ulama dan Habaib NU.

Sumber : Status Facebook Muhammad Abdullah Ade

Tuesday, April 16, 2019 - 00:45
Kategori Rubrik: