Jejak Kebencian Dian Anggraeni Umar, Sel Tidur Pendukung Teroris

Dian Tak Berjilbab
RedaksiIndonesia-Dian Anggraeni Umar, Direktur Eksekutif dan pendiri Holistic Reputation Advisory, akhirnya terantuk batu. Hampir sepanjang tiga tahun terakhir, pandangan-pandangannya dipenuhi oleh kebencian yang luar biasa terhadap Pemerintah. 
 
Meski begitu, beberapa kementerian dan lembaga pemerintahan tidak mengetahui, atau malah memanfaatkan oknum-oknum ASN di lingkungan kementerian tersebut yang senada dengan pandangan politik Dian Umar untuk menyebarkan kebencian kepada pemerintah. Berulang kali ia diundang menjadi pembicara atau menjadi konsultan lembaga-lembaga pemerintah, termasuk kementerian.
 
Beberapa kementerian, BUMN, dan lembaga yang pernah menggunakan jasa konsultansi kehumasannya antara lain Kemenhub, Kemenkes, Kementan, Kemenkominfo, Kemensetneg, sedangkan lembaga negara atau badan usaha milik negara antara lain Semen Indonesia, Pertamina, SKK Migas, KPK, dan BPK. 
 
Dalam kasus teror bom Surabaya, hanya beberapa menit setelah bom meledak, Dian mengunggah status dengan mengirim tautan dari detik.com tentang anggaran Polri sebesar Rp.1,9 triliun untuk pemberantasan terorisme, sembari menulis pesan begini: "Anggaran penanggulangan teroris hampir 1,9T setiap tahunnya dan didanai oleh APBN. Jadi biar anggaran itu diserap dengan baik, perlu ada cerita terorisnya….paham kan sayang maksud saya   "
 
Status itu beberapa jam kemudian diedit olehnya menjadi: "Anggaran penanggulangan teroris hampir 1,9T setiap tahunnya dan didanai oleh APBN."
Sampai dengan siang sekitar jam 12.00-13.00, status itulah yang terpasang di akun Facebook dengan follower kurang lebih 26 ribu orang. Tetapi menjelang sore, akun FB-nya sudah hilang. Sementara akun Instagram, Twitter, dan LinkedIn masih bisa diakses sampai dengan sore. Sore harinya, kemudian akun Twitternya sudah digembok. Akun Instagram dan LinkenIn menyusul hilang beberapa jam kemudian.
 
Dian Anggraeni Umar juga aktif sebagai pengurus Perhumas. Dalam berbagai foto yang dipasang di akun FB maupun Instagramnya, dia berulang kali memamerkan dirinya sedang mengisi acara yang diselenggarakan oleh Perhumas. Di organisasi ini, dia aktif sebagai pengurus bidang kerja sama.
 
Dian Anggraeni Umar juga dikenal luas sebagai tim sukses Anies Baswedan-Sandi Uno. Karir Dian pernah menjadi Senior Consultant, Senior Partner DASA Strategic Communication), pernah menjadi pengajar di Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Paramadina, LSPR, Interstudi. Bahkan Dian pernah menjadi marketing communication di Harian Kompas. Jadi kalau isi otaknya penuh kebencian model komunikasi apa yang diajarkan ke mahasiswa, saran komunikasi strategis apa yang ia berikan pada perusahaan? Kementerian dan Lembaga Pemerintah sudah saatnya berhenti memakai jasa konsultan komunikasi sesat. Perusahaan swasta jangan lagi pakai jasa dia yang bisa merusak citra perusahaan. Kampus-kampus hentikan staf pengajar yang selalu menebar kebencian. Polisi harus mencokok orang ini. Manusia yang sudah kehilangan empati pada korban kebiadaban terorisme. Polisi harus mencocok manusia yang telah memberi angin pembenaran pada pelaku teror. Manusia ini adalah sel tidur teroris di masa yang akan datang. Ingat, terorisme akan terus hidup kalau masih ada warga Indonesia yang percaya bahwa terorisme adalah rekayasa polisi. Di luar sana ada ribuan sel tidur seperti Dian Anggraeni Umar ini.
 
Sumber : Kaskus
 
 
Monday, May 14, 2018 - 17:15
Kategori Rubrik: