Jejak Capres Pembohong

Oleh: Ricky Apriansyah

Entah apa yang akan menimpa bangsa ini. Seorang pembohong besar kini mengincar kekuasaan. Sudah tiga kali nyapres selalu kalah. Sekarang dia tampil lagi dalam kontestasi Pilpres untuk keempat kalinya.  Segala cara dianggap halal demi misi menjadi penguasa. Senjatanya utamanya sangat menjijikkan, yaitu: KEBOHONGAN.

Kebohongan tiada henti dilakukan Prabowo, termasuk membohongi ulama. Dia minta ulama mengadakan ijtima’, tapi hasilnya diabaikan karena tak sesuai keinginan. Dia pun minta ulama itu melakukan ijtima’ lagi agar hasilnya dengan skenario pencapresannya. Hasil ijtima’ pun dikangkangi lagi. Pilihan wapresnya lagi-lagi mengabaikan hasil ijtima’.

 

 

Kebiasaan berbohong untuk menakut-nakuti dan membodohi masyarakat sudah mendarah daging. Dia menyebarluaskan peristiwa palsu, yaitu dengan melakukan konferensi pers kasus Ratna Sarumpaet. Tak tanggung-tanggung, seluruh kroni dekatnya ikut berbohong kepada orang di seluruh penjuru Tanah Air. Namun Tuhan membuka kebohongan itu dengan cara-Nya.

Tak kapok ketahuan bohongnya, Prabowo bohong lagi dengan menyebarkan ketakutan dan kecemasan pasien dan keluarga mereka yang menderita gagal ginjal, menyangkut penggunaan selang cuci darah (hemodialisa) di RSCM. Dia koar-koar bahwa selang dipakai 40 pasien dan bisa menyebabkan pasien gagal ginjal jadi tertular banyak penyakit karenanya. Pihal RSCM membantah keras bahwa itu tidak benar. Rumah Sakit menggunakan selang sekali pakai.

Kebohongan ini hanya kelanjutan dari kebohongan-kebohongan sebelumnya. Prabowo pernah bohong soal  biaya pembangunan MRT/LRT Indonesia termahal di dunia, padahal kenyataannya tidak demikian. Prabowo menyatakan bahwa Indonesia akan bubar pada 2030 dan sumber pernyataan ini ternyata hanya berasal dari novel. Prabowo juga bohong mengaku mengutip data Bank Dunia dan menyatakan bahwa 99 persen rakyat Indonesia hidup pas-pasan. Padahal Bank Dunia tidak pernah merilis data tersebut.

Prabowo baru-baru ini menyatakan bahwa Indonesia semiskin negara-negara Afrika. Dia mencontohkan salah satu negara itu adalah Haiti. Melalui pernyataan ini, Prabowo tak hanya berbohong tapi dia juga menunjukkan kengawuran dan kebodohannya serta ketidakpahaman akan kondisi perekonomian Indonesia. Lebih fatal lagi, dia tidak mengerti letak geografis Haiti yang jelas-jelas tidak berada di benua Afrika.

Masih banyak lagi kebohongan Prabowo yang kalau ditulis semua akan membuat artikel ini terlalu panjang. Yang jelas Capres pembohong tentu tidak layak memimpin negeri ini. Hanya orang bodoh yang mau mendukung orang seperti ini. Bagaimana dengan Anda?

(Sumber: Facebook Ricky Apriansyah)

Sunday, January 6, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: