Jawa Ningrat

Ilustrasi

Oleh : Budi Santosa Purwokartiko

Orang bilang orang Jawa/Indonesia itu nrima, itu bohong. Orang Jawa/Indonesia itu rakus. Suka numpuk harta sampai cukup untuk anak cucu, tujuh tutunan malah. Dulu ada presiden, keluarga dan kelompoknya menguasai segala sumber ekonomi , seakan mau hidup terus, hartanya nggak habis sampai tujuh turunan.

Jadi nrima itu bohong, mitos. Sekarang juga banyak ortu yg menyiapkan warisan untuk anak, meskipun tdk bisa dibilang rakus tapi kerjanya luar biasa. Dan suka protes kalau dikenai pajak tinggi.

Malah ada yang berulangkali umroh. Padahal itu ibadah sunah lho.

Orang bule baru nrima. Mereka mikir nasibnya saja, anak urusan anak sendiri. Dengan begitu mereka nggak suka numpuk harta. Tidak ngoyo sampai dibelain korupsi. Bahkan di Jepang harta warisan kena pajak hingga 50%. Jadi mereka nggak nafsu mencari dan menumpuk harta. Buat apa? Mending jalan-jalan ke Bali menikmati surga dunia.

Mereka nggak nrima kalau menyangkut soal ilmu dan teknologi. Dikejar terus sampai ketemu. Soal harta secukupnya saja.
Banyak orang Jawa (Indonesia) suka bicara soal akherat, dan mereka tahu harta nggak akan dibawa mati, tapi paling hobi mengejar harta dunia. Bahkan sepulang haji atau umroh, bilang jualannya makin laris. Lho katanya akherat lebih penting kok naik haji mikirnya bisnis? Gunung Kawi rame orang cari pesugihan, gitu kok nrima? Piye jal?

Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko

Wednesday, January 2, 2019 - 12:15
Kategori Rubrik: