Jatuhnya Venezuela, Laboratorium Sosialis Chavismo Amerika Selatan

Oleh: Muhammad Jawy
 

Jatuhnya Venezuela, laboratorium sosialis Chavismo Amerika Selatan...

Venezuela adalah negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia mengalahkan Saudi, itu belum ditambah dengan potensi oil sands, juga terbesar di dunia.

Tapi sekarang warganya harus antri belasan jam sekadar untuk bisa mendapatkan 2kg bahan pokok. Hari kantor cuma Senin dan Selasa. Listrik putus nyambung, karena sumber listrik terbesar dari PLTA yang danaunya mulai mengering. Inflasi membumbung tinggi. Caracas, ibukotanya telah berubah menjadi kota yang paling tidak aman di penjuru Amerika Selatan. Penjarahan terjadi di banyak toko. Negara sudah menyatakan dalam kondisi daruat.

IT'S TOTAL NIGHTMARE. Kondisinya jauh lebih parah dari Indonesia 1998.

Apa yang salah di Venezuela?

1. Ekonomi yang terlalu bergantung kepada hasil minyak, Ketika minyak berada pada 100USD/barrel, mereka masih bisa membiayai program sosialismenya. Ketika kemarin jatuh hingga di bawah USD20, ekonomi langsung luluh lantak, bahkan kenaikan di USD50 pun belum mampu membuatnya bangkit.

2. Ketika harga minyak tinggi, mereka tidak menyimpan atau investasi dengan baik. Dihabiskan untuk proyek sosial. Infrastruktur tidak dibangun dengan baik, swasta tidak diperlakukan dengan nyaman.

3. Korupsi yang cukup tinggi.

4. Nasionalisasi produksi SDA yang tidak diimbangi dengan transparansi, produktivitas yang tinggi.

Semoga warga negeri sahabat kita ini bisa melalui kesulitan berat yang dialaminya, sebagaimana kita bisa melewati krisis 1998.

 

(Sumber: Facebook Muhammad Jawy)

Foto: Kompas

Wednesday, June 22, 2016 - 10:15
Kategori Rubrik: