Janji Prabowo Sandi Tak Ambil Gaji

ilustrasi

Oleh : Musrifah Ringgo

Pernyataan ini pernah dilontarkan oleh pasangan Capres Cawapres 02 Prabowo Sandi pada beberapa kesempatan. Adakah hal ganjil dalam pernyataan ini?  Beranikah mereka melakukan nya?  Yakinkah mereka akan merealisasikannya?  Lalu apakah mereka tidak akan terima apapun dari negara? 

Bagi masyarakat yang tahu tentang gaji kepala daerah, ini bukan hal yang istimewa. Bukan pula otomatis menjadi pahlawan apalagi dianggap belum ada yang pernah melakukan nya. Kalau mau jeli, pendapatan kepala daerah atau kepala negara tidak hanya bersumber dari gaji. Dia mendapat juga fasilitas dan anggaran operasional. Silahkan cek UU Keuangan Negara,  UU Kedudukan dan Keuangan kepala daerah, serta berbagai regulasi lainnya. 

Jadi salah besar jika kita berpikir sumber pendapatan kepala daerah atau kepala negara hanya dari gaji. Besaran nya pun berbeda. Ada sistem yang mengukur berapa pendapatan seorang pimpinan. Sudah banyak yang melakukan hal itu, salah duanya ya Jokowi dan Ahok. Joko widodo sudah sejak dari kepala daerah tidak ambil gaji. Gaji itu diwujudkan sembako dan diberikan pada orang yang tidak mampu yang ditemui saat kunjungan kerja. 

Ahok juga menghitung secara cermat operasional dan mewujudkannya dalam bentuk honor ke pasukan biru atau orange sewaktu menjadi wakil gubernur. Begitu tidak menjabat lagi, pasukan ini bak ditelan bumi, menghilang. 
 
Jadi apa istimewanya janji Prabowo Sandi?  Bahkan kalo kita kritis, kita patut curiga dengan mereka.  mempertanyakan janji itu. Mengapa? Kita tahu Prabowo Sandi pengusaha dan kedua nya punya masalah terkait pembayaran karyawan disana. Silahkan googling untuk tahu perusahaan mana yang bermasalah dengan karyawan maupun terkait pajak. Jika kewajiban saja terkendala, bagaimana mereka merealisasikan janji? 
 
Bahkan Prabowo dalam debat Capres putaran kedua mengakui menguasai HGU seluas 340.000ha padahal sejak 1999 dia bukan pejabat. Artinya dia menguasai yang bukan haknya dan hingga kini tidak diserahkan pada negara. Apalagi Prabowo memiliki jabatan kelak? 
 
Kekuasaan yang dimiliki presiden sangat besar. Bila tidak tahan godaan maka kekayaan negara hanya dikuasai oleh segelintir orang dan hal ini mengingatkan kita pada rezim orde baru. Ya rezim mertua Prabowo, saat dia mendapatkan HGU di Kaltim dan Aceh. 
 
Jadi janji tidak ambil gaji hanya pepesan kosong belaka. Mereka sekali lagi hanya melontarkan janji-janji palsu demi kekuasaan. Demi kepentingan pribadi dan golongan. Berbeda dengan Joko Widodo yang bekerja sungguh -sungguh untuk rakyat
Tuesday, April 16, 2019 - 17:00
Kategori Rubrik: