Jangan Tandingkan dan Bandingkan Tuhanmu dengan Corona

ilustrasi

Oleh : Abdul Munib

Beragama apapun kita, sekali-kali jangan perbandingkan apalagi pertandingkan Tuhanmu dengan Korona. Bukan saja lantaran Korona itu hanya makhluk yang bahkan tak bertubuh mandiri dan tak berakal melainkan, keimanan yang prematur dan egois itu akan membahayakan manusia.

Banyak terlontar secara prematur : Kenapa harus takut korona, takut itu pada Tuhan saja. Mazhab pemikiran seperti ini akan ngotot berjamaah di mesjid atau berkerumun di gereja. Hasilnya di mesjid raya Kebon Jeruk dan sebuah gereja di Bandung, jemaah banyak terinfeksi SARS-Cov2. Seperti ngeyelnya acara Anti-Riba oleh Eks HTI di Hotel Sahid Entrop yang berdampak terinfeksi pertama korona Papua.

Dalam Teosofi Transenden, Tuhan adalah penganugerah wujud. Darinya bersumber segala sesuatu maujudat (hamparan keberadaan), seperti matahari dan cahayanya. Termasuk virus korona. Boleh dikatakan ada wujud/kehadiran Tuhan dalam korona. Semua yang ada bersumber dari satu sumber ada yang diistilahkan dalam filsafat sebagai Wujud Niscaya Ada (wajibul wujud)
Dalam sebutir debu atau seekor korona (walaupun bentuknya tak ada ekor melainkan mirip kembang gempol) ada kehadiran Tuhan disana. Karena Tuhan hadir di semua yang ada. Maka, bagaimana mungkin kita tercebur dengan membandingkan bahkan mempertandingkan Tuhan dengan korona. Dengan apapun termasuk dengan nabi utusannya sekalipun, Tuhan tak bisa dibandingkan dan dipertandingkan. Membandingkan, menyandingkan apalagi mempertandingkan Tuhan dengan apapun, itu pikiran syirik.

Ketakutan kita kepada sesuatu juga tak bisa dibandingkan dengan ketakutan kita pada Tuhan. Ada banyak gradasi atau tingkat ketakutan. Ada ketakutan umum misalnya, kenapa tak banyak orang lompat dari gedung tinggi, dari jendela pesawat atau kapal laut.
Beragama apapun anda pasti akan takut ini.

Pace Yakleb : Para suami dari agama apapun, berpartai politik apapun ketakutan HP nya dipegang oleh maitua. Ini contoh saja.

Bung Cebong : Itu contoh kah atau pengalaman pribadi ? Apa takut orang mabuk dan takut Swiping Polantas bisa disandingkan dengan takut pada Tuhan ? Kan tidak.

Santri Kalong : Iblis adalah jin ahli ibadah, yang lama ibadahnya nya sampai kisaran enam ribu tahun, kenapa tak membuatnya terlatih taat. Sehingga ia membangkang satu perintah Tuhan untuk sujud hormat pada khalifah Adam. Iblis merasa dirinya lebih baik dari khalifah Adam. Kenapa Al Quran memerintah taat pada Allah, rasulNya dan Ulil Amri. Siapa ulil amri kita yang perlu ditaati sekakrang. Siapa khalifahnya HTI sekarang, sedangkan PKS saja ada karena mendapat surat dari kementerian Hukum dan HAM. Ini masalah yang perlu mendapat pengkajian lebih mendalam lagi. Beragama yang print out nya bukan akhlak baik, tapi malah jadi sombong itu anak buah Ulama Buruk (ulama su). Ulama su lebih buruk dan bahaya dari Dajjal. Bungkusnya simbul agama, isinya mengajak sombong. Padahal baju kesombongan adalah pakaian Tuhan. Makhluk bergantung seluruhnya pada Tuhan Pencipta.

Wan Bodrex : Virus sebagai virus. Atau korona sebagai korona itu ada dalam laci epistemologi ilmu tentang virus atau virologi. Itu urusan dokter hewan. Virus sebagai wabah atau pandemi yang menjangkit manusia,, ada dalam ranah ilmu epidemoligi. Ranahnya dokter umum dan dokter spesialis penyakit disebabkan virus. Ketika dampaknya jadi masalah runtuhnya ekonomi, jadi bahasan ilmu ekonomi. Merembet politik. Merembet ke
siapa pemegang kerajaan bumi sekarang yang tabiatnya pembuat kerusakan dan kezaliman. Korona akan meninggalkan jejaknya dan membuat peta baru. Korona adalah mahkota abad ini yang akan menunjuk hidung siapa bangsa yang anti-kemanusiaan. Kita akan belajar banyak dari ini.

Dul Kampret : Hanya makhluk kecil virus ini telah membuat sejenak manusia ditegur bahwa yang dibanggakannya selama ini ternyata tak ada apa-apanya. Manusia yang sudah terpapar virus kebencian, selalu egois dan tak peduli dengan keadaan. Kecerdasannya tertutup oleh kebencian.

Angkringan Filsafat Pancasila

Sumber : Status Facebook Abdul Munib
 
 
 
Tuesday, March 31, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: