Jangan Takut Masuk ITB

Oleh: Ahmad Efendi
 

Kawan, akan ku kisahkan kisah pilu ku di masa lalu, yaitu ketika aku ingin masuk ITB.

aku hanyalah seorang anak pedagang sayur keliling, masuk kuliah bagi keluarga ku hanya lah mimpi disiang bolong.

Masuk ITB sebetulnya sudah aku persiapkan setahun sebelumnya, wah mantab kan persiapannya, bukan mantab menyiapkan belajar kawan, aku menyiapkan biaya untuk masuk ITB selama setahun sebelumnya. tak mungkin lah orang tuaku punya uang untuk aku masuk kuliah.

aku tidak tau masuk ITB itu berapa biayanya, tp yang harus aku lakukan aku harus berusaha mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk masuk ITB..

Entah lah aku bingung harus mengumpulkan uang dengan cara apa, yang ada di pikiranku saat itu adalah berdagang, aku berdagang kue kawan kadang di bus, kadang di kampus Unpad, dan kadang door to door ke rumah-rumah.

setahun aku melakukan itu, dan terkumpul uang sebesar Rp 2.750.000

Tiga minggu sebelum pengumuman hasil SPMB, ayah ku sakit lumayan berat dan perlu pengobatan dan tentunya karena ayahku sakit maka selain butuh dana untuk pengobatan butuh dana juga untuk makan sehari-hari, dan ku keluarkan uang 2juta untuk masuk ITB itu untuk pengobatan dan biaya hidup kami.

Ketika hari pengumuman tiba, alhamdulillah aku di terima di ITB, hahaha uangku tinggal Rp 750.000 lg dan biaya masuk ITB itu Rp 2.750.000 (pas banget yah)

Ketika kondisi seperti ini di hatiku aku menyalahkan ayah ku, kenapa ayah sakit, kl ga sakit kan aku sudah punya uang untuk masuk ITB.

Tapi  aku bahagia kawan, apalah arti uang Rp 2 juta itu dan apalah arti ITB itu di bandingkan ayah dan ibuku, mereka adalah inspirasi dan aku senang memilih mengeluarkan uang Rp 2 juta itu untuk ayah dan ibuku daripada aku simpan dan aku bisa masuk itb

Aku sudah bekerja keras, aku sudah berikhtiar, dan sekarang Ya Alloh aku tidak punya lagi uang untuk masuk ITB.

Tapi aku selalu teringat kata-kata sakti dari Ibuku, "Kalau kamu sudah keterima masuk ITB berarti sudah ada rezeki yang Alloh turunkan untuk kamu menyelesaikan kuliah di ITB"

Aku pun memberanikan diri untuk registrasi menjadi mahasiswa ITB dengan membawa uang 750rb itu, semoga aja ada diskon, hahaha

Setelah mengantri sangat lama, akhirnya giliran ku tiba, aku sudah berhadapan man to man dengan petugas registrasi, dan aku menjadi kaku dan air mata ini tiba-tiba saja keluar dan dengan gemetar mulutku berbicara, "Pak saya keterima masuk ITB tapi saya tidak punya uang" cuman kata itu yang keluar dari mulutku dan sisanya aku tertunduk sambil menahan air mata yang keluar (malu tau masa menangis di depan orang banyak, 3000 orang bayangkan sajo)

Akhirnya Bapak itu tersenyum, dan mengantarkan aku ke satu ruangan yang penuh dengan ibu-ibu, dan setelah masuk ITB saya baru tau itulah para Angel, Ibu-Ibu yg mengurus beasiswa untuk semua mahasiswa ITB yg membutuhkan.

"kenapa Dhe?" tanya Ibu itu, lalu saya ceritakan kl sy ga punya uang, lalu Ibu itu menjawab, "SPP itu kan 2jt dan 750rb itu untuk keperluan buku, baju olah raga, jaket dan jas almamater, jadi kl untuk SPP itu bisa kami lunaskan tapi untuk yang 750rb itu ga bisa karena tidak ada sponsor beasiswa untuk yang itu"

Aduh seneng banget, kl uang 750rb mah saya punya Bu, hahaha

Alhamdulillah akhirnya aku resmi jadi mahasiswa ITB dan 4,5 tahun kuliah di ITB, dengan biaya beasiswa

dan di pembagian beasiswa terakhir (di tahun ke 4), petugas beasiswa itu menghampiriku (nampaknya si Bapak itu masih inget, hahaha)

"Jangan takut kuliah di ITB Dhe, kl kuliah di ITB itu banyak beasiswanya, ga ada sejarahnya ada mahasiswa ITB yang di DO karena ga ada biaya, liat ni dari tahun 60an sampai sekarang para penerima beasiswa namanya masih tercatat"

Dan aku kaget kawan, ternyata rektor ku juga penerima beasiswa waktu beliau kuliah dulu, Prof. Dr. Akhmaloka. selain beliau ternyata ada juga direktur-direktur BUMN ternama, dan dulu ternyata mereka tak punya biaya untuk kuliah juga...hehehe

Sekarang aku dengar SPP di ITB satu semesternya 10juta, mahal, iya itu mahal tapi Insya Alloh di ITB banyak beasiswanya, dan tahun lalu aku menjadi mentor untuk para penerima beasiswa bidik misi, dan ternyata gila juga beasiswa anak ITB sekarang, wakwaw banget dah banyaknya jauh banget dengan jaman awak dulu, dulu awak hanya SPP aja yang bisa santai kl biaya hidup harus jualan kaos, hahaha sekarang SPP dan biaya hidup gila gede2 banget beasiswanya.

Saya pernah kuliah di dua universitas negeri ternama, dan ITB emang lebih mahal, tp di ITB kamu bisa gratis, kl di yang lain mungkin lebih murah tapi sulit untuk dapat beasiswa, makanya saya hanya melanjutkan yang ITB saja

JANGAN PERNAH TAKUT MASUK ITB, TIDAK ADA SEJARAHNYA MAHASISWA ITB DI DO KARENA GA PUNYA BIAYA

Ga percaya???? Buktikan saja!!! Ayo Masuk ITB

ITB untuk Semua...

(Sumber: Facebook Ahmad Efendi)

Tuesday, March 8, 2016 - 12:45
Kategori Rubrik: